Site icon Checkbind

Pasca Kebakaran Hebat, KMP Batumandi Akhirnya Tenggelam di Pelabuhan Merak

Checkbind.com – Musibah besar mendadak mengguncang perairan Merak, Kota Cilegon, Banten. Bahkan, KMP Batumandi yang sebelumnya mengalami kebakaran hebat akhirnya tenggelam pada Rabu (21/10/2026) malam. Padahal, tim gabungan sudah bekerja keras memadamkan si jago merah. Namun, kondisi armada yang terus memburuk membuat kapal feri tersebut menyerah. Akhirnya, gelombang laut menyeret armada besar ini ke dasar perairan.

Sementara itu, Kepala KSKP Merak IPTU Agie Dwisetio Putra langsung memberikan konfirmasi resmi. Bahkan, beliau membenarkan musibah karamnya KMP Batumandi saat jurnalis mewawancarainya pada Rabu malam. “Betul (KMP Batumandi tenggelam),” ujar Agie menegaskan kabar duka tersebut. Di samping itu, aparat kepolisian kini memperketat penjagaan di sekitar lokasi pelabuhan.

Oleh karena itu, petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak segera mengambil tindakan darurat. Pasalnya, pihak VTS memancarkan peringatan navigasi ke seluruh kapal yang sedang berlayar. Selain itu, mereka meminta para nahkoda meningkatkan kewaspadaan penuh. Hal ini sangat penting saat kapal-kapal lain memasuki alur sandar pelabuhan.

Selanjutnya, siaran radio navigasi VTS Merak menyiarkan instruksi penting secara berulang-ulang. Sebab, otoritas pelabuhan ingin menjamin keselamatan seluruh pelaut di perairan Banten. “Informasi kepada semua kapal penumpang, KMP Batumandi sudah tenggelam di alur masuk kapal penyeberangan Merak. Kapal yang masuk alur tersebut dapat lebih berhati-hati dan waspada,” demikian bunyi peringatan radio tersebut.

Di sisi lain, publik gempar menyaksikan rekaman kamera CCTV pelabuhan yang beredar luas. Sebab, rekaman video memperlihatkan detik-detik awal kapal mulai mengalami kemiringan. Bahkan, lambung KMP Batumandi miring drastis ke sisi kiri sekitar pukul 20.54 WIB. Kegelapan malam membuat bayangan kapal raksasa tersebut tampak sangat menakutkan.

Secara perlahan, air laut terus menerobos masuk ke dalam badan kapal. Akibatnya, lambung kapal feri milik negara ini semakin miring parah. Akhirnya, armada raksasa tersebut terbalik dan tenggelam ke dalam air. Momen karamnya kapal feri ini berlangsung sangat cepat di tengah hembusan angin malam.

Namun, sebagian badan kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry tersebut tidak tenggelam sepenuhnya. Sebab, beberapa bagian fisik kapal masih menyembul di atas permukaan laut. Oleh sebab itu, sisa lambung kapal masih terlihat jelas dari kejauhan. Keadaan ini menjadi penanda navigasi alami bagi kapal-kapal lain yang hendak melintas.

Api Sudah Padam, Petugas Melakukan Pendinginan

Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo membawa berita lega. Bahkan, beliau menyatakan bahwa tim pemadam berhasil menjinakkan api pada Selasa (20/10/2026) malam. Di samping itu, pihak ASDP langsung merespons cepat kobaran api sejak awal kejadian. Mereka mengerahkan segala upaya demi menyelamatkan kapal dan para penumpang.

Kendati demikian, para petugas terus melakukan proses pendinginan hingga Rabu (21/10/2026) malam. Selain itu, armada kapal tunda (tugboat) menyemprotkan air secara intensif menggunakan water cannon. Pasalnya, langkah pendinginan ini bertujuan untuk memusnahkan seluruh sisa titik api. Petugas ingin memastikan tidak ada api tersembunyi di dalam dek kapal.

Setelah suhu kapal kembali stabil, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) siap bertindak. Bahkan, tim KNKT bersama pihak kepolisian merencanakan investigasi menyeluruh. Lebih lanjut, para ahli keselamatan maritim akan memeriksa setiap bagian kapal. Langkah ini bertujuan untuk membedah penyebab pasti dari musibah kebakaran hebat tersebut.

Sementara itu, Heru Widodo belum mau terburu-buru menyimpulkan pemicu utama kebakaran. Pasalnya, pihak ASDP masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari KNKT dan kepolisian. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena masih menunggu hasil investigasi KNKT dan kepolisian. Jadi, jika ada spekulasi bahwa api berasal dari buritan, dek, atau mesin, kami belum bisa menjawabnya,” kata Heru.

Seluruh Penumpang Selamat

Meskipun musibah ini tergolong sangat parah, seluruh penumpang yang berjumlah 420 orang berhasil selamat. Tak hanya itu, sebanyak 40 orang awak kapal juga keluar dari bahaya tanpa luka. Alhasil, respon cepat tim penyelamat berhasil menyelamatkan ratusan nyawa. Keberhasilan evakuasi ini menjadi kabar yang sangat menyegarkan di tengah duka.

Sebagai informasi, kapal feri ini juga mengangkut sebanyak 89 unit kendaraan bermotor. Sebab, kebakaran mendadak timbul saat KMP Batumandi hendak bersandar di Dermaga 1 Eksekutif Pelabuhan Merak. Padahal, kapal feri tersebut baru saja menuntaskan pelayaran rutin dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kini, seluruh pihak fokus menuntaskan penanganan sisa bangkai kapal di perairan tersebut.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version