Checkbind.com – Wisatawan kini wajib mencermati aturan baru saat mengunjungi kawasan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Namun, kamu tidak perlu risau atau membatalkan rencana liburan seru bersama keluarga. Sebab, pengelola tetap membuka pintu masuk candi di tengah pengerjaan proyek pemugaran Mahastupa. Tim ahli pelestarian saat ini memang sedang sibuk memugar bagian Mahastupa. Mereka merawat monumen megah ini agar tetap kokoh berdiri menembus zaman.
Namun, pengelola tempat wisata terpaksa memberlakukan beberapa penyesuaian akses yang lumayan ketat bagi seluruh pengunjung. Selain itu, pengelola juga menetapkan batas area candi yang boleh kamu jelajahi secara langsung. Langkah ini sangat penting demi kenyamanan seluruh pengunjung. Alhasil, kamu harus tahu area mana saja yang aman untuk kamu lewati. Jangan sampai kamu salah melangkah saat menjelajahi kemegahan warisan budaya dunia ini.
Bahkan, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memberikan penegasan langsung terkait proyek pemugaran besar-besaran ini. Beliau menyampaikan keterangan tertulis resmi ini pada hari Kamis (15/10/2026) lalu. Beliau menegaskan bahwa upaya pelestarian Candi Borobudur memerlukan tindakan pemantauan yang sangat ketat. Selain itu, tim ahli juga harus menjalankan penanganan teknis cagar budaya secara berkala dan berkelanjutan. Langkah ini menjamin keutuhan struktur monumen sejarah Indonesia untuk generasi mendatang.
Lantas, bagaimana sih aturan main kunjungan wisatawan yang wajib kamu patuhi saat mendatangi Candi Borobudur? Oleh karena itu, kalian wajib membaca ulasan rinci dan tepercaya ini sampai tuntas. Sebab, pemahaman aturan baru ini membuat agenda jalan-jalan kalian tetap berjalan seru dan lancar. Yuk, kalian simak baik-baik seluruh rincian aturan kunjungan terbaru berikut ini!
Aturan Wisata ke Candi Borobudur Saat Pemugaran Mahastupa
Batas Akses Wisatawan Selama Pemugaran
Pertama-tama, wisatawan yang membeli tiket kunjungan reguler biasa hanya mengantongi izin melangkah sampai lantai 8. Artinya, kamu hanya bisa menikmati keindahan candi hingga area teras 1 saja. Pengelola dengan tegas melarang pengunjung umum memanjat tangga lebih tinggi menuju zona puncak candi. Langkah ini mencegah bahaya dari aktivitas pengerjaan fisik yang sedang berlangsung di bagian atas.
Selain itu, aturan pembatasan langkah kaki ini juga mengikat seluruh pengunjung kelompok pilgrim. Pengunjung pilgrim merupakan rombongan umat yang datang khusus untuk menunaikan agenda kunjungan keagamaan atau ziarah. Padahal, rombongan ziarah biasanya membutuhkan akses luas untuk berdoa. Namun, mereka tetap wajib mematuhi ketentuan batas lantai demi menjaga keamanan lokasi pengerjaan proyek.
Sebaliknya, wisatawan yang mengantongi tiket paket sunrise atau matahari terbit mendapatkan keistimewaan akses yang berbeda. Begitu pula bagi para pemegang tiket paket sunset atau matahari terbenam di sore hari. Mereka sangat beruntung karena pengelola memberi izin melangkah lebih tinggi hingga lantai 9. Artinya, mereka bisa menjejakkan kaki di area teras 2 untuk menyaksikan pemandangan indah.
Oleh sebab itu, para pemburu pemandangan elok yang memilih kunjungan matahari terbit menikmati fleksibilitas lebih. Mereka leluasa menjelajahi zona candi hingga melangkah masuk ke area lantai 9 atau teras 2. Keistimewaan ini memang memanjakan para wisatawan pemegang paket khusus matahari terbit dan terbenam.
Di samping penyesuaian batas lantai tersebut, pengelola juga menutup total area pelataran utara Candi Borobudur. Penutupan temporer ini berlaku karena tim teknisi memakai lokasi tersebut sebagai zona kerja utama. Tempat ini menampung berbagai peralatan berat dan material penting selama pengerjaan pemugaran Mahastupa.
Maka dari itu, pengelola memilih mengunci rapat area pelataran utara demi menjamin keselamatan jiwa pengunjung. Selain melindungi wisatawan dari potensi risiko kecelakaan, kebijakan ini memberikan ruang kerja aman bagi pekerja. Tim pelestari dapat fokus menyelesaikan tugas perbaikan batu purba tanpa gangguan lalu lintas wisatawan.
Pemugaran Ditargetkan Selesai pada Oktober 2026
Selanjutnya, tim konsolidasi dan pakar pelestari menargetkan seluruh pengerjaan pemugaran selesai pada Sabtu (24/10/2026). Akan tetapi, pengelola tetap dapat menyesuaikan jadwal penyelesaian tersebut secara fleksibel. Pengelola akan melihat dinamika serta kondisi teknis nyata di lapangan sebelum mengambil keputusan final.
Meskipun begitu, pihak Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjanjikan kabar gembira bagi masyarakat luas. Mereka akan melangsungkan proses pembukaan kembali area terlarang tersebut secara bertahap. Namun, tim pemeriksa harus menuntaskan prosedur evaluasi akhir terlebih dahulu. Langkah ini memastikan seluruh area candi benar-benar aman sebelum wisatawan kembali melintas.
Adapun, Kementerian Kebudayaan melalui unit Museum dan Cagar Budaya (MCB) memugar yasti dan mengonservasi Mahastupa. Upaya intensif ini bertujuan utama untuk mengunci kestabilan struktur cagar budaya. Selain itu, tim ahli juga menangani masalah pelapukan serta penggaraman batu yang merusak struktur candi.
Sebab, tim ahli mendapati temuan mengejutkan saat menjalankan pemantauan ketat pada Agustus 2026 lalu. Kajian teknis tersebut mengungkap pergeseran posisi susunan batu, munculnya rongga, serta rekahan pada yasti. Lebih lanjut, tim juga menemukan kerusakan material fisik pada stupa induk Candi Borobudur.
Sebagai informasi tambahan bagi kalian, yasti merupakan bagian tiang tegak di puncak stupa candi. Sementara itu, harmika adalah bagian penyangga persegi yang terletak di antara badan dan puncak stupa. Keterangan resmi Kementerian Kebudayaan mengonfirmasi fakta penting ini pada Kamis (15/10/2026).
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

