Checkbind.com – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalap kawasan Kalimantan. Namun, bantuan tempur udara super canggih kini telah tiba. Pemerintah Jepang mengerahkan tiga unit helikopter angkut CH-47 Chinook. Armada raksasa ini bertugas memadamkan kobaran api secara cepat. Selain itu, seluruh pergerakan pesawat berada di bawah kendali Lanud Supadio. Pangkalan udara Pontianak memimpin langsung operasi penerbangan di Kalimantan Barat. Langkah ini menjamin keselamatan penerbangan serta mempercepat penanganan krisis.
Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) memberikan penjelasan resmi. Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menyampaikan keterangan penting tersebut kepada awak media. Beliau membeberkan alasan penyatuan komando taktis di wilayah operasional. Menurut beliau, pengoperasian pesawat harus berlangsung teratur. Oleh sebab itu, TNI AU memegang kendali penuh atas armada asing ini.
“Karena kemampuannya luar biasa Chinook ini. Kemudian tetap di bawah kendali Lanud Supadio,” kata Tedi. Selanjutnya, beliau menyampaikan keterangan tersebut di Brigade Parako 1 Pasgat. Kegiatan temu pers ini berlangsung di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Wakasau menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (12/9/2026).
Lebih lanjut, Tedi menjelaskan skema logistik pangkalan udara tersebut. Lanud Supadio tidak sekadar menjadi pengendali taktis penerbangan militer. Bahkan, pangkalan ini berfungsi sebagai homebase utama bagi helikopter Chinook. Seluruh persiapan operasional berpusat penuh di pangkalan Pontianak. Artinya, tim gabungan mengatur strategi harian dari fasilitas militer ini. Langkah ini membuat koordinasi pemadaman karhutla semakin efektif dan solid.
“Karena ini kan pesawat, supaya satu komando kendali, jadi nanti homebase-nya pesawat Chinook dari Jepang itu di Lanud Supadio, Pontianak,” jelasnya. Beliau memaparkan detail rencana operasional penerbangan dengan sangat gamblang.
Di samping itu, proses pengiriman armada raksasa ini sangat menarik. Pemerintah Jepang membawa ketiga helikopter CH-47 Chinook melalui jalur laut. Mereka mengangkut armada udara ini menggunakan kapal perang militer khusus. Lantas, kapal perang tersebut bersandar mulus di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah. Kapal pengangkut ini telah tiba sejak Kamis (10/9/2026) yang lalu.
Hebatnya, helikopter CH-47 Chinook mempunyai daya tempur luar biasa. Pesawat raksasa ini mampu melakukan aksi water bombing berkapasitas besar. Artinya, helikopter menyiramkan puluhan ribu liter air dari udara sekaligus. Akibatnya, guyuran air masif sanggup memadamkan api di lahan gambut. Tim udara dapat menjangkau lokasi terisolasi yang sulit ditempuh jalur darat.
“Kemarin sudah dilihat Panglima TNI, kemudian hari ini Bapak Menhan rencana ke Mempawah,” tegas dia. “Dan tentunya ini mudah-mudahan bisa segera menghilangkan asap di Pontianak, gitu, Kalimantan Barat,” lanjut Tedi. Beliau menutup penjelasannya dengan rasa optimisme yang sangat tinggi.
Bikin Melongo! Jepang Kerahkan 3 Heli Chinook Raksasa dan 180 Awak Elit
Selain mengirimkan pesawat canggih, Pemerintah Jepang mengerahkan pasukan pendukung. Negeri Sakura memboyong tiga helikopter angkut CH-47 Chinook beserta 180 awaknya. Para personel terlatih ini terbang ke Indonesia pada pekan ini. Mereka siap bekerja keras demi mengatasi bencana karhutla nasional.
Sementara itu, pengerahan armada dan tentara militer ini sangat membantu. Tim gabungan menerjunkan bantuan untuk memadamkan kebakaran hutan parah. Bencana karhutla melalap kawasan hutan di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, media ternama Japan Today menayangkan berita ini pada Rabu (9/9/2026). Publikasi tersebut menegaskan sinergi kuat antara Indonesia dan Jepang.
Langkah aksi ini terlaksana di tengah upaya intensif pemerintah Indonesia. Tim Satgas terus berjuang memadamkan karhutla yang membara berbulan-bulan. Asap pekat sempat mengganggu kehidupan dan kesehatan warga setempat. Oleh sebab itu, hadirnya bantuan internasional mempercepat pemulihan lingkungan.
Lebih lanjut, tim penanganan berfokus pada enam provinsi terdampak paling parah. Kawasan rawan ini tersebar di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Saat ini, total area terbakar telah mencapai angka 76.933 hektar. Namun, kehadiran armada Chinook membawa angin segar bagi penanganan bencana.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

