Site icon Checkbind

Ngeri! Kakek 63 Tahun Tewas Diterkam Harimau Saat Berkebun

LAMPUNG, Checkbind.com – Dunia digemparkan oleh kabar tragis yang menimpa seorang petani kopi di Lampung Barat. Misni (63), warga Pekon Sukabumi, ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan di kawasan hutan Pemangku 6 Kali Pasir, Kecamatan Batu Brak, Kamis (10/7/2025) sore. Tim medis menemukan luka mengerikan di tengkuk leher korban, menguatkan dugaan bahwa harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) lah yang menerkamnya – bikin bulu kuduk merinding!

Luka Mengerikan, Tanda-tanda Serangan Buas
Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Yuni Iswandari, langsung buka suara via WhatsApp Jumat pagi. “Harimau itu kemungkinan besar menerkam korban!” tegasnya. Bayangkan! Di leher korban, tim medis Puskesmas Batu Brak menemukan bekas cakar dan empat lubang gigitan dalam yang jelas-jelas menunjukkan tanda serangan predator buas.

Tapi itu belum semuanya! Kondisi kaki kanan Misni bikin siapa pun merinding—dari paha hingga betis, dagingnya habis, hanya tulang yang tersisa! Benar-benar miris!

Lokasi penemuan jenazah ini makin bikin ngeri karena berada di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), yang berbatasan langsung dengan kebun kopi warga. Artinya, harimau itu berani mendekat ke pemukiman!

Yuni langsung mengingatkan warga, “Jangan beraktivitas di jam-jam harimau sedang aktif mencari mangsa!” Seruan ini bukan tanpa alasan—daerah ini sudah beberapa kali jadi lokasi serangan harimau, dan warga pun mulai ketakutan setiap kali harus ke kebun.

Masyarakat Panik, Aktivitas di Hutan Jadi Momok
Insiden ini memperpanjang daftar serangan harimau di Lampung Barat, dan warga semakin resah. Bagaimana tidak? Mereka harus mencari nafkah, tapi nyawa taruhannya!

Fakta Menarik tentang Harimau Sumatera

Kasus Misni harus jadi peringatan keras bagi semua pihak. Perlindungan terhadap harimau harus seimbang dengan keamanan warga. Jika tidak, konflik manusia-satwa liar ini akan terus berulang dengan korban yang makin banyak.

Jangan sampai ada korban berikutnya! Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang waspada!

Exit mobile version