LONDON, Checkbind.com – Sebuah kabar kaget mengguncang Inggris! Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, secara dramatis melepas jabatannya pada Kamis (11/6/2026) waktu setempat. Ia melontarkan tuduhan pedas dan menohok Perdana Menteri Keir Starmer: pelit! Menurut Healey, Starmer sama sekali tidak mengalokasikan dana yang cukup buat melindungi negara dari ancaman.
Bayangkan, pengunduran diri Healey ini terjadi tepat saat ancaman global sedang meninggi kayak api dalam sekam. Para analis langsung ramai-ramai bilang, aksi berani ini bakal bikin kredibilitas Starmer loyo parah di mata publik dan internal partai.
Yang bikin makin panas, momen ini muncul hanya seminggu sebelum pemilihan sela. Banyak pengamat yakin, situasi chaos ini berpotensi memicu gerakan penurunan (alias pelengseran) terhadap sang PM yang sedang terdesak itu. Seru, kan?
Healey Peringatkan Keras: Rencana Pertahanan Bisa Bikin Inggris Tambah Renta!
Dengan nada geram, Healey mengeluarkan peringatan keras. Ia bilang, Rencana Investasi Pertahanan (DIP) jangka panjang untuk pendanaan satu dekade ke depan—yang sampai sekarang masih disembunyikan Starmer di dalam laci—justru mengandung risiko besar. Risiko apa? Membuat Inggris kurang aman daripada sebelumnya!
“Anda tidak mampu, dan Kementerian Keuangan pun ogah mengalokasikan sumber daya yang sangat negara kita perlukan untuk mempertahankan diri saat ancaman meningkat kayak sekarang,” tulis Healey dalam surat pengunduran diri yang pedas itu. Ia langsung mengunggah surat tersebut di akun X miliknya, dikutip dari AFP.
“Setelah saya jelaskan kepada Anda bahwa saya tidak bakal bisa menerima DIP yang gagal menyediakan sumber daya sesuai keperluan Angkatan Bersenjata kita, sekarang saya tidak punya pilihan lain selain mengajukan mundur,” lanjut Healey dengan tegas.
BREAKING: Efek Domino Langsung Meledak! Mundur Massal Mewarnai Kabinet
Begitu Healey meletakkan posisi, tak butuh waktu lama. Gelombang pengunduran diri langsung meluas bak petasan berantai!
Pada malam harinya, Al Carns—yang menjabat sebagai Menteri Angkatan Bersenjata sekaligus tokoh kuda hitam calon pemimpin masa depan—ikut angkat kaki dari jabatannya. Tak ketinggalan, ajudan pribadi Healey, Pamela Nash, segera meniru langkah bosnya. Geger!
Starmer Langsung Bantah Keras: Rencanaku Malah Bikin Militer Modern!
Menghadapi surat pengunduran diri yang menusuk kalbu itu, PM Starmer tak tinggal diam. Ia langsung membalas beberapa jam kemudian dengan nada defensif namun penuh keyakinan.
Starmer dengan lantang menegaskan bahwa rencana pengeluarannya justru bakal membawa transformasi dan modernisasi besar-besaran bagi angkatan bersenjata. Ia berusaha keras meyakinkan publik bahwa dirinya benar.
“Saya akan selalu melakukan apa pun untuk menjaga keamanan negara kita,” balas Starmer.
Meskipun rencana pertahanan Inggris berulang kali mereka tunda, Starmer bersikeras akan mempublikasikannya sebelum KTT NATO di Turkiye pada 7 Juli 2026. Apakah janji ini hanya pemanis bibir? Kita tunggu saja!
Berapa Sih Dana Perang Inggris Sebenarnya? Ini Hitung-hitungannya!
Pemerintahan kiri-tengah di bawah kendali Starmer baru terpilih pada Juli 2024 lalu. Saat itu, mereka sukses mengakhiri 14 tahun kekuasaan Partai Konservatif.
Di awal pemerintahannya, Partai Buruh berjanji dengan lantang untuk meningkatkan pengeluaran militer dan memprioritaskan NATO. Mereka sadar betul ancaman dari Rusia semakin meninggi kayak gunung es di depan mata.
Peningkatan anggaran ini juga sejalan dengan desakan keras Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia meminta seluruh anggota NATO memangkas ketergantungan keamanan pada Washington. Tekanan dari AS pun ikut membayangi langkah Starmer.
Starmer lalu berkomitmen menaikkan anggaran pertahanan menjadi 2,5 persen dari output ekonomi mulai tahun depan. Ia menargetkan angka ini naik jadi 3 persen jika Partai Buruh memenangi pemilu berikutnya pada 2029. Bahkan, ia bercita-cita menyentuh 3,5 persen pada 2035. Ambisius, ya?
Namun, laporan media mengungkap adanya gejolak internal yang serius seputar detail rencana tersebut. Ternyata tidak semulus yang dibayangkan!
Healey dengan jujur membeberkan bahwa ia baru melihat dokumen lengkap DIP pada Senin (8/6/2026). Betapa terkejutnya ia mendapati proyeksi anggaran pertahanan hanya naik menjadi 2,68 persen pada 2030. Jauh dari ekspektasi!
Lebih parah lagi, sumber dekat Healey mengatakan kepada AFP bahwa kesepakatan dari Kementerian Keuangan tidak menetapkan tanggal pasti untuk meneken angka tiga persen tersebut. Akibatnya, Healey menganggap rencana ini jauh di bawah standar yang angkatan bersenjata perlukan untuk pertahanan dan keamanan negara di saat yang sangat berbahaya seperti sekarang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

