JAKARTA, Checkbind.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman baru saja membongkar kasus besar yang mengguncang dunia pertanian Indonesia! Hasil investigasi timnya berhasil mengungkap 5 jenis pupuk palsu yang beredar di Jawa Tengah. Para pelaku penipuan ini telah menguras kantong petani sampai Rp 3,2 triliun!
“Bayangkan, kami baru menemukan 5 jenis pupuk palsu, tapi sudah menyedot Rp 3,2 triliun dari kantong petani! Uangnya bukan masalah utama – praktik keji ini langsung menghancurkan hidup petani yang mengandalkan KUR (Kredit Usaha Rakyat)! Sungguh tindakan tak berperikemanusiaan, bahkan bisa saya sebut biadab!” tegas Amran dengan mata berapi-api, Sabtu (12/7/2025).
Mentan Amran langsung menghubungi Kapolda Jawa Tengah dan meminta proses hukum segera dilancarkan. “Kami tidak akan biarkan oknum-oknum ini merusak sektor pertanian dan menghancurkan hidup petani,” tegasnya.
Bukan Cuma Pupuk, Beras Palsu Jadi Sorotan!
Ternyata, skandal tak berhenti di pupuk palsu. Kementerian Pertanian juga menemukan beras oplosan yang tidak memenuhi standar mutu. Oknum nakal ini memalsukan beras kualitas rendah sebagai premium dan memanipulasi timbangan untuk mengeruk keuntungan dari konsumen!
Amran menjelaskan, “Misalnya, ada yang bilang 5 kg, padahal isinya cuma 4,5 kg. Atau beras kualitas biasa dikemas seolah-olah premium. Selisih harganya bisa Rp 2.000–Rp 3.000 per kg—bayangkan kerugiannya!”
Kerugian Mencapai Ratusan Triliun!
Yang lebih mengerikan, praktik curang ini terjadi setiap tahun, dengan kerugian mencapai Rp 99 triliun—hampir Rp 100 triliun! “Kalau diakumulasi 5 tahun, kerugiannya Rp 500 triliun. Kalau 10 tahun? Rp 1.000 triliun! Ini benar-benar merugikan rakyat,” ungkap Amran.
Pemerintah berjanji akan memberantas praktik mafia pupuk dan beras ini sampai ke akar-akarnya. Selain penegakan hukum, Kementan juga akan memperketat pengawasan distribusi pupuk dan beras di pasaran.
“Kami tidak mau petani dan konsumen terus jadi korban. Ini perang melawan penipuan!” tegas Amran.

