Site icon Checkbind

Latihan Gabungan Korsel-AS Picu Kemarahan Korut

PYONGYANG, Exposenews.id – Korea Utara (Korut) meledak dengan kemarahan! Negeri Kim Jong Un ini baru saja mengeluarkan kecaman pedas terhadap rencana latihan militer gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS). Padahal, ketegangan di perbatasan sebenarnya mulai mereda sejak pemerintahan baru Seoul terbentuk.

Menteri Pertahanan Korut No Kwang Chol tak tinggal diam. Dia menegaskan pasukannya siap menghadapi latihan selama 11 hari itu. “Latihan ini ancaman nyata bagi kami!” tegasnya melalui pernyataan resmi di KCNA, Senin (11/8/2025).

Pasukan Korut bersiap memberi respons tegas. “Kami akan hadapi latihan ini dengan tindakan balasan menyeluruh,” ancam No Kwang Chol. Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) – nama resmi Korut – selalu bersikap keras terhadap setiap latihan militer Korsel-AS.

Pyongyang menuding latihan ini hanya kedok. “Ini bukti niat jahat mereka untuk konfrontasi,” seru pihak Korut. Mereka mengklaim latihan tersebut justru memicu ketegangan baru di kawasan.

Fakta menariknya, Korut justru aktif menguji rudal saat mengecam latihan pihak lain. Reuters melaporkan, Pyongyang terus melakukan uji coba senjata sambil mengkritik Korsel-AS.

Korsel dan AS memang berencana memulai latihan pada 18 Agustus 2025. Tujuannya jelas: menguji strategi baru hadapi ancaman nuklir Korut. Tapi mereka memutuskan menunda sebagian latihan karena cuaca buruk.

Banyak pengamat melihat ini sebagai langkah Presiden Korsel Lee Jae Myung. Pemimpin baru ini ingin redakan ketegangan dengan Pyongyang setelah memenangkan pemilu Juni lalu.

Hubungan kedua Korea memang memburuk belakangan ini. Korut terus kembangkan senjata nuklir dan dekat dengan Rusia. Tapi menariknya, Pyongyang mulai menunjukkan sikap lebih lunak.

Militer Korsel baru-baru ini mendeteksi pergerakan pengeras suara Korut di perbatasan. Ini terjadi setelah Seoul bongkar perangkat propaganda mereka sendiri.

Yang mengejutkan, kritik Korut kali ini terkesan lebih kalem. “Mereka lebih fokus menyampaikan posisi resmi,” kata Koo Byoungsam dari Kementerian Unifikasi Korsel.

Lalu apa rencana Korut selanjutnya? Apakah mereka benar-benar akan melancarkan balasan? Satu hal pasti: latihan militer ini tetap jadi bara dalam sekam yang bisa menyulut ketegangan baru kapan saja.

Exit mobile version