Checkbind.com – TNI Angkatan Udara (AU) mengambil langkah yang sangat berani dan tak terduga. Pihak militer resmi menyulap Lanud Dhomber di Balikpapan Selatan menjadi pusat Base Ops utama. Pangkalan strategis ini sekarang menampung seluruh armada pesawat tempur pemadam milik Australia. Langkah cepat dan tegas ini bertujuan untuk menumpas amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kobaran si jago merah memang sedang melahap kawasan Kalimantan Timur secara masif.
Selanjutnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, menyampaikan keterangan resminya pada Sabtu (7/11/2026). Beliau menegaskan bahwa jajaran Lanud Dhomber Balikpapan sudah menyiapkan seluruh pangkalan siaga ini. Pasukan TNI AU menata seluruh fasilitas operasional secara amat matang dan profesional. Akibatnya, armada udara dan jajaran personel Australia bisa langsung beraksi memadamkan api dari Balikpapan.
Bahkan, Pemerintah Australia menurunkan kekuatan militer udara yang sangat fantastis dan spektakuler. Mereka menerjunkan pesawat monster C-130 Large Air Tanker kepunyaan NSW Rural Fire Service Australia. Tak hanya itu, mereka juga menyertakan satu unit pesawat pengarah lincah jenis Cessna Citation. Pasukan asing ini turut memboyong 20 personel ahli pemadam kebakaran udara paling berpengalaman di dunia.
Namun demikian, pengerahan armada super canggih ini tidak berjalan tanpa perhitungan matang. Kadispenau menyebutkan bahwa aksi bantuan udara ini berawal dari asesmen teknis bersama secara menyeluruh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin langsung proses penilaian mendalam di lapangan tersebut. Oleh sebab itu, strategi pemadaman api ini dapat berjalan sangat cepat dan tepat sasaran.
Bahkan, kemampuan hebat pesawat C-130 Large Air Tanker ini benar-benar membuat publik terpana. Burung besi raksasa ini sanggup menjatuhkan air sampai 15.000 liter dalam sekali terbang. Lebih luar biasanya lagi, pesawat ini mampu mendistribusikan air lebih dari 100.000 liter setiap harinya. Angka raksasa ini jelas membuat proses pemadaman hutan berjalan jauh lebih efektif.
Oleh karena itu, Kadispenau sangat meyakini keunggulan armada monster pemadam udara tersebut. Kemampuan dahsyat ini bakal memperluas jangkauan gempuran guyuran air secara amat signifikan. Alhasil, tim gabungan bisa mempercepat penanganan amukan kobaran api di seluruh wilayah terdampak. Langkah besar ini sekaligus menyelamatkan pemukiman warga sekitar dari ancaman bahaya gumpalan asap pekat.
Sebelumnya, publik sudah gempar mendengar kabar melegakan yang sangat dinanti-nanti ini. Pemerintah Australia memang resmi mengutus pesawat monster C-130 Large Air Tanker ke Indonesia. Burung besi ini merupakan spesialis ulung dalam menumpas kebakaran hutan dan lahan. Mereka datang khusus untuk mendongkrak keberhasilan operasi tanggap darurat bencana di Kalimantan Timur.
Kemudian, momen aksi water bombing perdana akhirnya resmi meluncur ke angkasa Kalimantan. Tim gabungan melepas penerbangan tempur pemadam api ini dari Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan pada Jumat (6/11/2026). Deru mesin pesawat raksasa ini langsung membahana menyelimuti angkasa Kalimantan Timur. Hal ini menjadi pertanda mulainya perang terbuka melawan si jago merah.
Bahkan, daya gempur burung besi raksasa ini benar-benar sangat mencengangkan semua pihak. Pesawat monster ini bisa menyemburkan 15.000 liter air hanya dalam satu sorti penerbangan. Selain itu, armada udara ini mampu memuntahkan total 90.000 sampai 100.000 liter air saban harinya. Guyuran air bah dari angkasa ini langsung melumpuhkan pusat-pusat titik api utama.
Tak hanya menyiagakan pesawat milik New South Wales (NSW) Rural Fire Service Australia, tim juga mengerahkan armada pendukung. Pesawat pengarah lincah jenis Cessna Citation terus mengawal pergerakan dari udara secara presisi. Selain itu, jajaran 20 personel ahli pemadaman udara terus bekerja keras menggempur karhutla di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, hadir langsung di lokasi pelepasan. Beliau memimpin acara pelepasan sorti pertama pemadaman udara secara dramatis. Beliau mengarahkan penerbangan perdana ini secara khusus menuju ke titik api paling berbahaya di kawasan Makroman, Kota Samarinda.
“Kami baru saja melepas satu pesawat water bombing hebat bantuan dari Kedutaan Besar Australia. Pesawat ini langsung mengincar dan menyiram titik api ganas di Makroman, Samarinda. Oleh sebab itu, kami mengucapkan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Australia dan Komandan Lanud Dhomber,” tegas Seno Aji pada Jumat.
Akhirnya, tim gabungan bakal menggelar operasi udara secara maraton selama sepekan ke depan (6–12 November 2026). Misi kemanusiaan ini memusatkan gempuran pada sejumlah titik paling krusial. Zona pertempuran api ini meliputi wilayah Makroman di Samarinda, Anggana, Santan Ulu di Kutai Kartanegara, hingga Kabupaten Paser.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

