Site icon Checkbind

Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Segera Dapat Hunian Sementara

Checkbind.com – Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Segera Dapat Hunian Sementara. Pemerintah pusat, lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus bergerak cepat menangani dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Salah satu upaya nyatanya adalah dengan membangun hunian sementara untuk para pengungsi.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi prioritas agar warga terdampak tidak terlalu lama mengungsi di pos-pos darurat. “Saat ini, huntara tahap I dan II sudah selesai, dan kami langsung melanjutkan dengan tahap III. Target kami, dalam waktu dekat, tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsian,” jelas Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (24/5/2025) sore.

Meski begitu, ia menekankan bahwa huntara bukan solusi akhir. Pemerintah justru memfokuskan diri pada pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai jawaban terbaik untuk keamanan warga di masa depan, terutama mengingat Gunung Lewotobi Laki-Laki masih aktif.

Pemerintah memilih Noboleto sebagai lokasi utama pembangunan hunian tetap (huntap). Mereka akan segera memulai pembersihan lahan pekan depan dan menargetkan penyelesaian 500 unit rumah dalam waktu dekat. Kementerian PUPR dan Kementerian Perumahan turun langsung mendukung proyek ini, bersama TNI/Polri serta warga setempat yang turut berpartisipasi.

Baca Juga: Skripsi Jokowi: Ternyata

“Jika pembangunan di Noboleto berjalan lancar, kami akan perluas ke lokasi lain sesuai kesepakatan pemda dan warga,” tambah Suharyanto. Selain menunggu huntap, BNPB juga membuka opsi relokasi mandiri. Artinya, warga bisa mengajukan tanah pilihan mereka sendiri, lalu BNPB yang akan membangun rumahnya.

Sebagai referensi, warga bisa melihat langsung Rumah Contoh RIKSA (Rumah Instan Kuat Sehat Aman) yang sudah berdiri di Larantuka. Model rumah ini bisa menjadi acuan bagi mereka yang memilih relokasi mandiri.

Suharyanto memastikan bahwa semua korban, baik yang masih di pos pengungsian, rumah kerabat, maupun huntara, akan terus mendapat perhatian. “Tidak ada yang kami tinggalkan. Yang terpenting, warga harus aman dari radius bahaya erupsi,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah konkret ini, pemerintah berharap para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

Exit mobile version