SURABAYA, Checkbind.com – Tragedi laut masih menyisakan tanda tanya besar. Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep terjadi awal Agustus 2026. Penyebab pastinya belum usai diselidiki. Namun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah memastikan satu fakta. Api berasal dari truk yang menjadi muatan kapal. Bukan dari mesin kapal, bukan dari dapur, melainkan dari kendaraan berat di dek.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono bicara blak-blakan kepada wartawan Senin (31/8/2026). Ia mengatakan timnya tahu persis titik awal api. “Kami tahu itu dari truk,” tegasnya. Namun ia langsung memberi catatan penting. “Penyebab truk itu terbakar, kami belum tahu.” Kalimat ini menguak betapa besar pekerjaan rumah yang masih menumpuk. Tim penyelidik masih memutar otak.
Saksi mata mulai angkat bicara. Para penumpang yang selamat memberikan kesaksian mengejutkan. Mereka sempat berjibaku memadamkan api secara mandiri. Kobaran belum terlalu besar saat itu. Mereka menggunakan alat seadanya. Bahkan beberapa orang nekat mendekati sumber api. Namun usaha heroik itu gagal total. Api merambat dengan kecepatan luar biasa. Asap tebal langsung menyelimuti ruangan. Penumpang pun tak punya pilihan. Mereka lebih dulu menyelamatkan diri daripada terus melawan.
Soerjanto menegaskan hasil wawancara dengan para saksi. Penumpang yang melihat langsung juga ikut memadamkan. Mereka semua sepakat pada satu titik. Api benar-benar berawal dari truk yang terbakar. Namun ia mengulangi penekanannya dengan lantang. “Saya ulang lagi, penyebab truk itu terbakar kenapa, kita belum tahu.” Pernyataan ini menjadi pengulangan yang sengaja ia lontarkan. Ia ingin publik tidak salah paham. KNKT baru pada tahap awal investigasi.
Soerjanto belum mau buka-bukaan soal jenis truk tersebut. Ia juga belum merinci muatan apa yang dibawa truk itu. Apakah muatan biasa atau bahan mudah terbakar? Semua masih gelap. Ia pun belum bisa memastikan apakah muatan truk berperan sebagai pemicu. Atau justru muatan itu memperbesar api dengan cepat? Jawabannya masih jauh dari kata pasti.
Tim KNKT kini mengandalkan rekaman CCTV di atas kapal. Namun kondisi di lokasi sangat memprihatinkan. Saat api mulai membesar, asap langsung memenuhi seluruh area. Orang-orang tidak bisa melihat plat nomor truk. Bentuk truk pun tertutup kabut hitam pekat. Soerjanto menjelaskan situasi ini dengan nada frustasi. “Orang enggak bisa melihat pelat nomornya,” katanya. “Orang enggak bisa melihat bentuk truknya seperti apa.” Asap tebal benar-benar menghalangi pandangan. Identifikasi truk menjadi pekerjaan yang sangat sulit.
Pihak KNKT juga masih gelap soal pengendara truk tersebut. Siapa sopir yang mengemudikan kendaraan maut itu? Belum ada jawaban. Perusahaan pemilik truk juga masih misterius. Begitu pula dengan muatan khusus yang mungkin diangkutnya. Soerjanto mengakui semua fakta ini masih kosong. “Kita belum tahu truk yang mana yang pasti,” ungkapnya. “Tapi kita tahu truk posisi di situ.” Ia menambahkan dengan jujur. “Itu milik siapa kita belum tahu.” Sopirnya juga belum teridentifikasi. “Terus bawa barang apa juga kita belum tahu.”
Sebagai latar belakang, kapal KMP Mutiara Sentosa 2 memiliki jenis roro. PT. Atosim Lampung Pelayaran mengoperasikan kapal tersebut. Kebakaran terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026. Saat itu kapal sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar. Perjalanan rutin ini berubah menjadi mimpi buruk. Api muncul di tengah laut lepas. Penumpang dan kru panik luar biasa.
Akibat insiden mengerikan ini, korban jiwa tak terhindarkan. Tim evakuasi menemukan lima orang meninggal dunia. Sebanyak 233 penumpang lainnya berhasil selamat. Namun kabar duka belum usai. Pihak keluarga melaporkan anggota mereka hilang. Penumpang lain juga menyebut ada rekan yang belum ditemukan. Diduga masih ada korban terjebak di dalam kapal. Jumlah pasti korban masih terus diverifikasi.
Saat kejadian, kapal sedang mengangkut logistik dalam jumlah besar. Puluhan truk sedang memenuhi dek kapal. Truk besar pun ikut berjejer di sana. Unit tronton juga menjadi bagian dari muatan. Alat berat turut mendominasi ruang muatan. Padatnya kendaraan ini diduga mempercepat rambatan api. Namun semua dugaan masih menunggu hasil final. KNKT berjanji mengungkap semuanya hingga tuntas.
Publik kini menunggu langkah konkret KNKT. Para ahli keselamatan pelayaran juga ikut menyoroti kasus ini. Mereka mendesak agar investigasi berjalan transparan. Apakah ada kelalaian prosedur di kapal? Apakah truk membawa barang berbahaya tanpa izin? Semua skenario masih terbuka lebar. Yang jelas, tragedi ini menjadi alarm keras bagi seluruh operator kapal. Pemeriksaan muatan harus lebih ketat ke depan. Standar keselamatan tidak boleh ditawar lagi. Nyawa manusia jauh lebih berharga dari segalanya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

