OGAN ILIR, Checkbind.com – Pagi itu, Sabtu (5/9/2026), suasana di ruas Tol Palindra mendadak berubah mencekam. Dua bus penumpang, Damri dan ALS, terlibat tabrakan beruntun yang mengagetkan. Kabut asap pekat ternyata menjadi biang keladinya. Jarak pandang pengemudi menyusut drastis hingga tinggal beberapa meter. Akibatnya, belasan penumpang menderita luka-luka. Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam insiden nahas ini.
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, Iptu Dede Supria Yovi, segera membenarkan peristiwa tragis tersebut. Pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang melihat langsung kejadian. Hasil awal menunjukkan kabut asap tebal menjadi penyebab utamanya. Visibilitas pengemudi sangat minim pada pagi yang masih remang-remang itu.
Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Iptu Dede menjelaskan kronologi awal kepada awak media. “Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, kabut asap memicu insiden ini,” ujarnya tegas. Jarak pandang yang pendek membuat pengemudi kehilangan kendali situasi. Kondisi itu menjadi pukulan telak bagi kedua armada bus tersebut.
Lantas, apa yang memicu kecelakaan beruntun ini? Jawabannya tegas: kabut asap yang sangat tebal. Asap kiriman itu menutupi pandangan hingga hanya beberapa meter saja. Kondisi ekstrem ini memaksa pengemudi melaju tanpa melihat jelas kendaraan lain. Akibatnya, tabrakan beruntun tidak terhindarkan di ruas tol tersebut.
Sopir Bus ALS, Hartono, turut memberikan kesaksiannya dengan suara bergetar. Ia mengakui kondisi jalan pagi itu sangat berbahaya dan mencekam. “Kabut asapnya tebal sekali. Apalagi hari belum terlalu terang,” kenangnya dengan nada waswas. Ia melaju dari Palembang menuju Indralaya pagi itu. Namun, ia tidak menduga perjalanannya berakhir dengan musibah.
Saat itu, bus Hartono berada di lajur yang sama dengan mobil Toyota Hilux. Bus Damri juga melaju di belakangnya dengan kecepatan sedang. Kabut asap semakin pekat dan tak terbendung. Pengemudi sama sekali tidak bisa melihat kendaraan di depan dengan jelas. Visibilitas benar-benar buruk dan memprihatinkan.
Situasi makin kacau ketika Bus Damri datang dari belakang dengan tiba-tiba. Sopir Damri tidak mampu mengerem tepat waktu karena asap yang menghalangi. Jarak pandang yang minim menghalangi pandangannya secara total. “Tiba-tiba mobil kami ditabrak bus biru (Damri) dari belakang,” ujar Hartono dengan ngeri. Tabrakan beruntun pun pecah di tengah hiruk-pikuk pagi.
Hartono menegaskan jarak pandang saat itu hanya sekitar dua meter saja. “Benar-benar terbatas hanya sekitar dua meteran,” katanya dengan pasrah. Ia tidak bisa mengantisipasi kendaraan lain di depan sama sekali. Faktor alam ini benar-benar menjadi pemicu utama kecelakaan. Para pengemudi hanya bisa pasrah menghadapi kondisi ekstrem tersebut.
Tabrakan dahsyat tersebut mengakibatkan belasan penumpang luka-luka. Kondisi mereka bervariasi, dari luka ringan hingga sedang. Tim medis segera tiba di lokasi kejadian dengan sigap. Para korban langsung mereka evakuasi ke rumah sakit terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, meski kerugian materi cukup besar.
Iptu Dede menyatakan petugas langsung turun ke lokasi tanpa menunggu lama. Mereka mengevakuasi korban dan mengurai kemacetan yang mengular. Arus lalu lintas mulai padat akibat insiden ini. “Kami sudah evakuasi semua korban ke RS atau Puskesmas terdekat,” ujarnya mantap. Petugas juga mengevakuasi kedua bus yang ringsek dari jalur tol.
Kerusakan pada kedua bus cukup parah dan memprihatinkan. Bagian depan dan belakang bus ringsek akibat benturan keras yang terjadi. Bus ALS mengalami kerusakan paling berat di bagian belakang. Petugas memindahkan bus ALS ke rest area mini KM 20 untuk sementara. Sementara itu, dua kendaraan lainnya dibawa petugas ke Mapolres Ogan Ilir. Mereka akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di sana.
Petugas gabungan dari Satlantas dan pengelola tol turun serentak ke lokasi. Mereka berupaya keras memulihkan arus lalu lintas yang sempat terganggu. Kemacetan panjang perlahan terurai berkat kerja cepat mereka. Kondisi tol mulai kembali normal setelah kedua bus dievakuasi.
Pihak kepolisian berjanji mendalami kasus ini secara profesional. Mereka akan mencari penyebab pasti dari kecelakaan tersebut secara teliti. Penyelidikan masih terus berjalan dan melibatkan berbagai pihak.
Iptu Dede akan mengumumkan perkembangan terbaru secepatnya. Informasi resmi menyusul setelah proses penyelidikan selesai digarap. Ia mengimbau pengemudi untuk selalu waspada di musim kabut asap. “Kurangi kecepatan dan nyalakan lampu utama,” pesannya tegas. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

