Site icon Checkbind

Kebun Kopi 3 Hektar Ludes Terbakar, Petani di Mamasa Kehilangan Sumber Ekonomi Utama

Checkbind.com – Bencana besar mendadak melanda Kakek Nataniel (73). Beliau merupakan petani tangguh di Dusun Balabatu, Desa Balabatu, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Kebakaran hebat melahap sekitar 3.000 pohon kopi produktif miliknya. Karena itu, kebun hijau tersebut kini musnah jadi abu hitam.

Amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meletup pada 26 Agustus 2026 lalu. Bencana ini merobohkan seluruh investasi hijau sang kakek. Durasi kebakaran bahkan berlangsung sangat singkat, yaitu kurang dari sehari. Oleh sebab itu, jilatan api memusnahkan hasil keringat berdekade-dekade tanpa tersisa.

Rudianto (39) merupakan putra tercinta Nataniel yang menyaksikan kehancuran tersebut. Selanjutnya, ia membeberkan kisah pilu sang ayah. Ayahnya telah merawat lahan tiga hektar itu sejak 20 tahun silam. Namun, kebun rimbun itu kini mendadak berubah menjadi hamparan batang kayu hitam.

Rudianto memberikan konfirmasinya pada Senin (26/10/2026). Ia juga menjabat sebagai Kepala Dusun Balabatu. Dengan nada sedih, ia menegaskan dampak parah musibah tersebut. Kobaran api tidak hanya melahap ribuan tanaman kopi. Selain itu, jilatan api menyapu bersih pepohonan kakao hingga tak tersisa.

Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui asal-usul pemicu api. Sebab, lidah api menyembur sangat cepat dari bukit pegunungan. Setelah itu, api merayap ganas menyapu seluruh area pertanian. Akibatnya, keluarga tidak sempat menyelamatkan tanaman mereka.

Durasi bencana yang singkat langsung mengubah surga hijau Nataniel. Tempat usaha tersebut mendadak menjadi padang gersang berdebu. Malahan, api tidak meninggalkan satu pun pucuk daun yang utuh.

Rudianto menceritakan kembali momen mencekam di lokasi kejadian. Warga melihat kobaran api liar muncul dari atas gunung. Kemudian, api merambat melahap habis kebun keluarga tanpa hambatan.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi segera bergerak ke lokasi kejadian. Petugas memadamkan api dari siang hingga malam hari. Mereka berjuang keras membendung amukan si jago merah. Akhirnya, petugas berhasil memadamkan seluruh kobaran api.

Garis Perekonomian Lumpuh Total, Kakek Nataniel Pasrah Mengusap Dada

Kakek Nataniel hanya bisa terdiam mengusap dada saat melihat takdir pahit ini. Hasil kerja keras puluhan tahunnya sirna seketika. Selain itu, kebun kopi kesayangannya kini berubah menjadi lahan kosong.

Kebun tua itu memegang peran vital bagi keluarga. Tempat tersebut menjadi satu-satunya penopang ekonomi mereka. Namun, mereka memilih tidak menunjuk hidung siapa pun atas musibah ini.

Sebaliknya, sang kakek menyimpan harapan besar di dalam hatinya. Ia berdoa agar tanah gersang itu kelak kembali menghijau. Selanjutnya, ia berharap perkebunan tersebut bisa membuahkan hasil berlimpah lagi.

Rudianto mempertegas sikap pasrah sang ayah. Ayahnya selalu menanamkan keikhlasan kepada seluruh keluarga. Bencana alam ini terjadi di luar kendali manusia. Jadi, mereka merasa tidak perlu mencari pihak untuk disalahkan.

Kepala Desa Balabatu, Samuel, memberikan penjelasan resmi mengenai bencana ini. Ia membeberkan kronologi melalapnya aset berharga milik warga.

Menurut paparan Samuel, api sebenarnya muncul dari kawasan Desa Salurano. Kemudian, kobaran api menjalar menembus batas wilayah. Akibatnya, si jago merah membakar habis lahan milik Nataniel di Desa Balabatu.

Samuel mengaku sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Pusaran api bermula dari desa tetangga lalu bergerak sangat liar. Bahkan, warga setempat tidak sempat mencegah perambatan api.

Jajaran kepolisian segera meninjau lokasi musibah pada Minggu (25/10/2026). Petugas datang untuk mengumpulkan bukti dan mengukur tingkat kerusakan lahan.

Samuel mengonfirmasi kunjungan langsung dari pihak kepolisian. Kapolsek beserta anggotanya mengamati sisa-sisa perkebunan warga yang hangus.

Ancaman musim kemarau panjang masih berlangsung hingga kini. Oleh sebab itu, pemerintah desa memberikan imbauan tegas kepada warga. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi kebakaran.

Mengakhiri keterangannya, Samuel menekankan pesan penting bagi warga. Perangkat desa terus mengingatkan masyarakat untuk hati-hati. Warga wajib menghindari aktivitas berisiko yang memicu timbulnya titik api baru.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version