Site icon Checkbind

Kali PJT Bekasi Dipenuhi Sampah, Distribusi Air Clean PDAM Babelan Terancam Terhambat

Checkbind.com – Warga Bekasi mendadak geger akibat ancaman krisis air bersih. Fenomena darurat ini muncul setelah lautan sampah membendung Kali PJT. Tepatnya, lokasi Kali PJT berada di Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kawasan ini terletak di wilayah Jawa Barat. Akibatnya, timbunan limbah ini mengganggu kuantitas produksi air baku. Fasilitas pengolahan air bersih milik PDAM Babelan langsung terkena dampak buruk. Oleh sebab itu, warga mulai khawatir akan ancaman kelangkaan pasokan air bersih. Bahkan, krisis ini mengancam pemenuhan kebutuhan harian ribuan keluarga di wilayah Babelan.

Hal ini terjadi karena lautan sampah mengumpul di dekat Instalasi Pengolahan Air. Tempat vital ini populer dengan sebutan unit IPA. Bahkan, lokasi fasilitas penting tersebut berdiri tepat di depan kantor PDAM Cabang Babelan. Oleh karena itu, gunungan sampah tersebut langsung menyumbat pipa penyedotan air baku. Akibatnya, mesin pompa milik PDAM tidak mampu menyedot air jernih secara maksimal. Selain itu, keberadaan limbah padat mengancam kerusakan komponen vital mesin penyedot air baku.

“Kondisi darurat ini jelas mempengaruhi kuantitas pasokan air baku kami,” tegas Pungky Setia. Beliau menyampaikan kabar memprihatinkan ini selaku Kepala Cabang PDAM Babelan. Selain itu, Pungky memberikan konfirmasi resmi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (16/9/2026). Sebab, pihak Perumda selama ini membeli pasokan air baku langsung dari pengelola PJT. Maka dari itu, adanya sumbatan sampah ini langsung mengancam pasokan bahan baku pengolahan air.

Selanjutnya, Pungky menjelaskan bahwa arus sungai membawa limbah massal dari arah hulu. Namun, sampah-sampah tersebut tidak mampu mengalir terus menuju ke hilir sungai. Pasalnya, warga lokal di bagian hilir sungai sengaja memasang sekat penahan. Warga memasang sekat tersebut agar limbah tidak melintas ke kawasan pemukiman berikutnya. Tindakan warga ini bertujuan menjaga kebersihan area pemukiman mereka dari serbuan limbah hulu.

Akibatnya, arus kali menahan seluruh material limbah padat di lokasi sungai tersebut. Bahkan, sampah buangan mengendap hebat di sekitar tempat pengolahan air baku. Alhasil, pemandangan kotor mengelilingi seluruh area fasilitas pengolahan air milik PDAM. Kondisi kotor ini memperparah penyumbatan pada saluran inlet air bersih milik Perumda.

“Otomatis sampah akhirnya terkumpul penuh di samping lokasi pengolahan,” ujar Pungky prihatin. Oleh sebab itu, proses produksi air jernih menghadapi kendala teknis yang serius. Pasokan air baku untuk warga mengalami penyusutan volume secara mendadak akibat fenomena ini.

Kemudian, Pungky menegaskan bahwa penanganan sampah Kali PJT bukan hanya kewajiban Perumda. Sebab, terdapat instansi pemerintah lain yang memegang wewenang atas tata kelola kali. Di samping itu, pengelolaan sistem buangan limbah daerah memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Perumda tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan regulasi dari jajaran dinas terkait.

Meskipun demikian, jajaran Perumda beserta pihak mitra tidak mau tinggal diam. Sebaliknya, mereka langsung mengambil langkah cepat guna membersihkan tumpukan sampah tersebut. Aksi pembersihan darurat ini berfokus pada area aliran kali sekitar Instalasi Pengolahan Air. Langkah cepat ini bertujuan memulihkan kembali kelancaran alur produksi air baku.

“Sebagai wujud kepedulian Perumda dan Mitra Perumda, kami segera mengangkat sampah kali,” janji Pungky. Bahkan, jajaran petugas akan memfokuskan pengerjaan pada kali di samping bangunan IPA. Dengan demikian, kualitas produksi pasokan air bersih bagi pelanggan segera kembali optimal. Pihak PDAM berkomitmen menyelesaikan aksi pembersihan sungai ini secepat mungkin.

Sebelumnya, warga pemukiman RT 02/RW 02 Kelurahan Kebalen sudah menyuarakan kekhawatiran mereka. Pasalnya, warga dibuat resah oleh lautan buangan sampah yang membendung Kali PJT. Lingkungan warga pun mengalami dampak pencemaran bau busuk akibat tumpukan limbah tersebut. Selain itu, warga mengkhawatirkan munculnya wabah penyakit akibat penumpukan sampah liar ini.

Saat wartawan memantau lokasi, berbagai jenis material sampah mengapung padat di permukaan sungai. Padahal, aliran kali ini menjadi urat nadi utama bagi masyarakat sekitar. Namun, hamparan limbah kini menutupi estetika serta kebersihan badan sungai secara mengenaskan. Pemandangan kotor ini memicu rasa prihatin bagi siapa saja yang melintas.

Limbah tersebut mendominasi permukaan Kali PJT dalam berbagai jenis buangan padat. Misalnya, kantong plastik, botol plastik, gelas kemasan, dan serpihan styrofoam memenuhi air kali. Selain itu, wadah makanan, bungkus minuman, hingga sampah organik mengapung bercampur jadi satu. Timbunan sampah plastik ini memerlukan waktu ratusan tahun agar bisa terurai alami.

Malah, gunungan sampah buangan tersebut bercampur rapat dengan hamparan tumbuhan eceng gondok. Di samping itu, karpet limbah pekat ini menutupi sebagian besar permukaan Kali PJT. Akibatnya, sinar matahari tidak mampu menembus masuk ke dalam ekosistem perairan sungai. Biota air dalam kali pun terancam mati karena kekurangan kadar oksigen secara drastis.

Tentu saja, kondisi lingkungan yang buruk ini memicu keresahan hebat bagi warga pemukiman. Sebab, pembusukan limbah melepaskan aroma bau menyengat yang mengganggu pernapasan warga. Lebih parah lagi, tumpukan sampah tersebut mengundang ribuan kawanan lalat pembawa kuman. Kesehatan balita dan lansia di sekitar lokasi kali mulai terancam oleh pencemaran ini.

Oleh karena itu, warga sangat mendesak pemerintah daerah agar segera mengangkut sampah kali. Di samping itu, petugas wajib memberikan sanksi tegas bagi oknum pembuang sampah sembarangan. Langkah tegas ini sangat krusial demi menjaga kelestarian lingkungan Kali PJT secara permanen. Kesadaran bersama masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah timbulnya bencana sampah serupa.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version