Checkbind.com – Hai, Sobat Jabar! Kabar gembira nih buat pelajar dan orang tua yang selama ini deg-degan rebutan kursi sekolah negeri. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya bergerak cepat. Mereka menyiapkan 24 sekolah negeri baru pada 2026. Langkah ini bertujuan menambah daya tampung siswa sekaligus memperlebar akses pendidikan menengah di berbagai pelosok daerah. Jadi, nggak perlu panik lagi soal keterbatasan bangku sekolah!
Lalu, sekolah apa saja yang disiapkan? Ternyata, pemprov menghadirkan beragam jenjang. Mulai dari SMA, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri. Dengan demikian, semua kalangan siswa mendapat kesempatan merata.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, salah satu lokasi yang sudah dipastikan dibangun berada di kawasan Arcamanik, Kota Bandung. Beliau menegaskan bahwa sekolah tersebut merupakan SMA negeri reguler. Yang menarik, sekolah ini tidak termasuk dalam program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Jadi, masyarakat umum bisa langsung memanfaatkannya.
Purwanto menjelaskan lebih lanjut, “Kami membangun untuk SMA biasa, sekolah negeri. Bisa jadi SMA 28 atau 29. Ini SMA baru, bukan Sekolah Maung,” ujarnya saat dihubungi Rabu (3/6/2026). Dengan pernyataan ini, warga Bandung Timur khususnya Arcamanik bisa bernapas lega.
Eits, jangan bayangkan semua sekolah dibangun dari nol ya! Sebab, Purwanto menerangkan bahwa target 24 sekolah negeri itu tidak seluruhnya berupa pembangunan baru. Sebagian justru diperoleh melalui pengalihan status sekolah swasta menjadi negeri. Selain itu, ada pula pembangunan unit gedung baru dan unit sekolah baru.
Lebih rincinya, 24 sekolah itu sudah termasuk SLB. Namun, ada beberapa yang merupakan hasil pengalihan status dari swasta ke negeri. Di sisi lain, ada juga yang berbentuk unit gedung baru, dan sisanya benar-benar unit sekolah baru dari awal. Maka dari itu, percepatan penambahan daya tampung bisa terwujud lebih cepat.
Sayangnya, perjalanan tak selalu mulus. Pemprov masih menghadapi kendala administrasi, terutama soal status lahan hibah yang belum tuntas. Beberapa lokasi rencana pembangunan masih menunggu proses legalitas lahan rampung. Tentu ini sedikit menghambat realisasi proyek.
Purwanto memberikan contoh konkret. “Hibah lahannya belum clear and clean. Contohnya di Cidaun, Cianjur, dan di Bekasi ada yang masih berproses,” ungkapnya. Kondisi ini menyebabkan target 24 sekolah baru sedikit tertahan. Akan tetapi, pemprov terus berupaya menyelesaikan administrasi hibah tersebut.
Dia berharap proses administrasi hibah lahan segera rampung. Dengan begitu, target pembangunan sekolah baru pada 2026 bisa berjalan sesuai rencana. Jangan sampai anak-anak kembali kehilangan kesempatan belajar hanya karena urusan berkas!
Pindah ke kabupaten yang paling diuntungkan, yaitu Bogor! Purwanto menyebut bahwa Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan tambahan sekolah negeri terbanyak. Mengapa demikian? Karena penduduknya sangat padat, namun ketersediaan sekolah negeri masih minim. Oleh karena itu, Pemprov memprioritaskan Bogor.
Lebih lanjut, kebutuhan sekolah negeri di Bogor melonjak cukup tinggi karena jumlah penduduk yang besar belum diimbangi oleh ketersediaan sekolah yang memadai. Untungnya, tersedia lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Maka realisasi pembangunan di sana lebih mudah dibanding daerah lain.
Sementara itu, untuk program Sekolah Maung yang sempat populer, Dinas Pendidikan Jabar memastikan belum ada pembangunan baru dari nol pada tahun ini. Program tersebut masih memanfaatkan bangunan yang sudah tersedia. Jadi, jangan cari berita tentang Maung berdiri megah di lahan kosong, ya!
Purwanto menegaskan bahwa pembangunan sekolah baru selalu berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah yang masih kekurangan akses pendidikan menengah. Dengan kata lain, mereka tidak asal bangun, melainkan tepat sasaran. Setiap sekolah baru lahir dari urgensi nyata di lapangan.
“Target kita seperti itu. Tahun 2026 ini ada 24 sekolah yang akan kami kerjakan. Mudah-mudahan proses hibah di Bekasi tinggal tanda tangan Pak Bupati,” pungkas Purwanto dengan optimistis. Semoga semua hambatan segera teratasi, sehingga kursi sekolah negeri tidak lagi jadi mimpi buruk bagi warga Jabar. Pantau terus perkembangan selanjutnya, ya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

