Site icon Checkbind

Imbas Karhutla di Maluku, Bandara Ambon Alami Gangguan Penerbangan 5 Hari Berturut-turut

AMBON, Checkbind.com — Suasana Bandara Internasional Pattimura Ambon mendadak mencekam. Kejutan pahit ini menimpa para calon penumpang hingga Minggu (18/10/2026). Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyelimuti langit Maluku. Akibatnya, badai asap tebal ini benar-benar mengepung seluruh sudut udara. Alhasil, kondisi ekstrem ini memaksa operasional penerbangan terhenti total selama lima hari berturut-turut.

Pihak manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Pattimura langsung mengambil tindakan tegas. Petugas merilis pengumuman penting secara berkala kepada publik. Melalui rilis resmi itu, mereka mengabarkan bahwa jarak pandang minimum di landasan pacu merosot drastis. Jarak pandang ini berada jauh di bawah standar aman penerbangan. Oleh sebab itu, risiko kecelakaan sangat tinggi jika pesawat nekat terbang.

Padahal, drama penundaan hingga pembatalan penerbangan ini sudah bergulir sejak Rabu (14/10/2026). Namun, cuaca ekstrem justru kian memburuk dari hari ke hari. Puncaknya terjadi pada Minggu (18/10/2026) saat kabut asap makin pekat. Pekatnya asap benar-benar menutup habis jarak pandang para pilot. Maka dari itu, pengelola bandara akhirnya menyetop seluruh aktivitas penerbangan hari itu tanpa terkecuali.

Mari kita tengok kembali riwayat kekacauan jadwal penerbangan sejak hari Rabu. Saat itu, kabut asap pertama kali mengacaukan rute keberangkatan lokal. Penerbangan terdampak menuju Bandar Udara Mathilda Batlayeri di Saumlaki. Selain itu, rute ke Bandar Udara Karel Sadsuitubun di Langgur juga terganggu. Bahkan, rute menuju Bandar Udara Domine Eduard Osok di Sorong ikut terdampak.

Gelombang penundaan penerbangan ini kemudian menjalar ke rute-rute utama antarpulau. Contohnya rute ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar. Begitu pula penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya. Lantas, situasi menjadi makin parah bagi rute ke Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate. Pihak maskapai akhirnya membatalkan sepenuhnya penerbangan khusus menuju Ternate tersebut.

Selanjutnya, ancaman kabut asap karhutla belum juga mereda pada Kamis (15/10/2026). Cuaca buruk ini justru makin mengganas di area bandara. Dampaknya, pihak maskapai terpaksa memutus harapan para calon penumpang. Petugas membatalkan penerbangan menuju Bandar Udara Kufar di Seram Bagian Timur. Pembatalan total juga kembali terjadi untuk rute menuju Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate.

Tak berhenti di situ, krisis penerbangan terus berlanjut hingga Jumat (16/10/2026). Langit Ambon sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan cuaca. Oleh karena itu, pengelola kembali mengumumkan pembatalan penerbangan secara resmi. Penerbangan yang batal mengarah ke Bandar Udara Karel Sadsuitubun di Langgur. Selain itu, jadwal menuju Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate juga kembali gugur.

Puncaknya, kondisi jalur penerbangan berubah makin mengerikan pada Sabtu (17/10/2026). Kabut asap melumpuhkan hampir seluruh rute favorit penumpang. Akibat jarak pandang yang sangat terbatas, petugas langsung membatalkan banyak penerbangan. Pembatalan ini menimpa rute ke Bandar Udara Mathilda Batlayeri di Saumlaki. Penerbangan ke Bandar Udara Douw Aturure di Nabire dan Bandar Udara Karel Sadsuitubun di Langgur turut batal. Begitu pula rute menuju Bandar Udara Domine Eduard Osok di Sorong.

Di samping rute perintis, pembatalan hari Sabtu meluas ke rute komersial besar. Bencana asap ini menghantam penerbangan menuju pusat-pusat ekonomi nasional. Penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya batal diterbangkan. Hal serupa terjadi pada armada tujuan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar. Bahkan, jadwal penerbangan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta juga terpaksa gugur total.

Kondisi darurat berupa deretan penundaan dan pembatalan massal berlanjut hingga Minggu (18/10/2026). Asap pekat terus mengepung area bandara tanpa ampun. Kekecewaan ribuan calon penumpang pun memuncak di ruang tunggu. Impian mereka untuk terbang melintasi antarkota akhirnya kandas begitu saja.

Menanggapi krisis ini, General Manager Bandara Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, akhirnya buka suara. Beliau memberikan penjelasan resmi kepada media pada hari Minggu. Beliau menyampaikan rasa keprihatinan yang amat mendalam atas kejadian ini. Pihaknya memohon maaf setulus hati kepada seluruh pengguna jasa penerbangan. Permohonan maaf ini berkaitan dengan ketidaknyamanan akibat cuaca buruk serta keterbatasan jarak pandang.

Di balik keputusan pahit ini, Johan menegaskan komitmen utama otoritas penerbangan. Keselamatan jiwa para penumpang tetap menjadi prioritas tertinggi. Menurutnya, otoritas bandara selalu menempatkan aspek keamanan di atas segala-galanya. Oleh sebab itu, mereka tidak akan mengompromikan risiko sekecil apa pun di udara.

Deretan Rute Penerbangan yang Batal Total pada Hari Minggu

Secara lebih terperinci, daftar pembatalan rute hari Minggu mencatatkan rekor mencengangkan. Otoritas menyetop penerbangan ke Bandar Udara Douw Aturure di Nabire. Penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta juga batal. Selanjutnya, rute ke Bandar Udara Bandanaira dan Bandar Udara Wahai turut dihentikan. Pembatalan juga menimpa rute ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar. Begitu pula jadwal ke Bandar Udara Kufar dan Bandar Udara Jos Orno Imsula di Moa.

Selain deretan tujuan tersebut, badai pembatalan menyapu bersih rute lainnya. Petugas membatalkan penerbangan menuju Bandar Udara Mathilda Batlayeri di Saumlaki. Rute ke Bandar Udara Karel Sadsuitubun di Langgur juga tidak bisa beroperasi. Demikian halnya dengan penerbangan menuju Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya. Terakhir, penerbangan menuju Bandar Udara Sultan Babullah di Ternate ikut batal total.

Pengucuran Kompensasi dan Prosedur Penyelamatan Penumpang

Guna meredam kepanikan, pengelola bandara bergerak cepat membagikan kompensasi darurat. Kompensasi ini berupa Service Recovery Action (SRA) untuk calon penumpang. Petugas membagikan makanan ringan dan minuman segar di area terminal. Langkah aktif Angkasa Pura ini bertujuan mengayomi seluruh penumpang yang terdampak.

Selanjutnya, petugas lapangan mengarahkan penumpang yang penerbangannya berstatus cancel. Penumpang diminta menuju ke loket Customer Service maskapai masing-masing. Langkah ini membantu penumpang memproses pengembalian uang tiket secara penuh. Selain itu, penumpang bisa mengajukan penjadwalan ulang sesuai regulasi yang berlaku.

Sebagai penutup, PT Angkasa Pura Indonesia kembali mengingatkan masyarakat luas. Publik perlu memahami pembagian wewenang saat terjadi situasi darurat. Pengelola menegaskan bahwa kompensasi lanjutan merupakan tanggung jawab mutlak pihak maskapai. Hal ini mencakup pula proses refund serta eksekusi penjadwalan ulang penerbangan. Oleh karena itu, penumpang disarankan untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan maskapai.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version