Site icon Checkbind

Heboh! Maling Ubi di Deli Serdang Diduga Dibakar Oknum Polisi dan ASN

MEDAN, Checkbind.com – Sebuah aksi brutal mengguncang Desa Bandar Khalipah, Deli Serdang! Oknum aparat diduga terlibat pembakaran remaja 18 tahun yang hanya mencuri ubi. Bagaimana kronologi lengkapnya? Simak fakta eksklusif berikut!

Korban Mencuri Ubi, Aparat Malah Jadi Hakim Dadakan
Pengacara korban Riki Irawan membeberkan kronologi mengerikan ini. Pada Rabu (6/8/2025) pagi, Peri Andika (18) dan Zefri Susanto (45) mengambil ubi di ladang milik warga. Ketahuan, mereka pun diminta meminta maaf.

“Klien saya datang dengan itikad baik, malah disiksa!” tegas Riki saat dihubungi Selasa (12/8/2025).

Dari Permintaan Maaf Berubah Jadi Penyiksaan
Siang harinya, Peri bersama orangtuanya dan Zefri dengan istrinya mendatangi warung tempat AMR (pengelola ladang) berkumpul. Tiba-tiba situasi berubah mencekam!

“Mereka memukuli kedua klien saya tanpa ampun! Bahkan sempat menodongkan pistol,” lanjut Riki. Lebih parah lagi, orangtua dan istri korban mereka usir paksa.

Oknum PNS dan Brimob Jadi Pelaku
Tak lama, AMR mendatangkan “pasukan”nya:

“Oknum polisi ini ikut memukuli, sementara HR yang nekat menyiram bensin!” ungkap Riki.

Pembakaran Mengerikan di Pondok Tersembunyi
Keduanya kemudian mereka pisahkan:

“Dengan tubuh terbakar, Peri berlari pulang dalam kondisi mengenaskan,” jelas Riki.

Warga Berang, Kepala Dusun Turun Tangan
Melihat kondisi Peri, ayahnya langsung kembali ke warung dengan amarah. Warga pun berkerumun menyaksikan kejadian tak manusiawi ini. Kepala Dusun Arianto akhirnya turun menengahi.

Luka Bakar Serius dan Laporan ke Polisi
Kini Peri masih terbaring dengan luka bakar di:
✔ Wajah
✔ Tangan kanan
✔ Dada

Bersama Zefri, mereka sudah melapor ke Polsek Medan Tembung pada Jumat (8/8/2025). Namun hingga berita ini turun, Kapolsek AKP Ras Maju belum memberikan konfirmasi.

Kepala Dusun Buka Suara
Arianto membenarkan kejadian ini: “Memang ada pencurian ubi yang berujung kekerasan. Sekarang kasusnya sudah di tangan polisi.”

Masyarakat Geram, Menuntut Keadilan
Kasus ini menyulut kemarahan warga. Mereka menuntut:

  1. Proses hukum yang transparan
  2. Pencopotan oknum aparat terlibat
  3. Perlindungan bagi korban

Tim hukum korban sedang mempersiapkan langkah hukum lebih lanjut. Kami akan terus update perkembangan kasus ini.

Exit mobile version