LEMBATA, Checkbind.com – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan keganasannya dengan erupsi pada Minggu (1/6/2025) sore sekitar pukul 18.14 Wita. Letusan kali ini tercatat cukup kuat, dengan amplitudo maksimum mencapai 40 mm dan berlangsung selama 49 detik. Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Syawaludin, langsung melaporkan bahwa erupsi ini tak hanya mengeluarkan suara gemuruh yang menggelegar, tetapi juga melontarkan lava pijar sejauh 400 meter dari pusat kawah.
Tak hanya lava, letusan ini juga memuntahkan kolom abu setinggi 300 meter di atas puncak gunung yang memiliki ketinggian 1.723 meter di atas permukaan laut. Abu tersebut terlihat jelas berwarna putih hingga kelabu dengan kepadatan tipis hingga sedang, kemudian bergerak mengarah ke barat laut. Syawaludin menegaskan, kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan warga, terutama mereka yang tinggal di sekitar lereng gunung.
Melihat situasi ini, pihak PGA langsung mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak mendekati radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, aktivitas di sektor selatan, tenggara, dan barat dalam jarak 2,5 kilometer juga dilarang demi keselamatan. “Gunakan masker atau penutup wajah untuk mengurangi risiko terpapar abu vulkanik,” pesan Syawaludin.
baca juga: Porsche Hantam Toyota Rush, Satu Keluarga Terluka Parah
Saat ini, status Gunung Ile Lewotolok masih berada di level II (waspada), yang berarti aktivitas vulkaniknya meningkat namun belum masuk fase berbahaya. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada dan memantau perkembangan terkini. Sebab, gunung ini sudah beberapa kali menunjukkan aktivitas erupsi dalam beberapa tahun terakhir.
Warga yang tinggal di zona rawan harus segera menyiapkan masker, air bersih, serta perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi letusan. Tim pemantau gunung api pun tak henti bekerja selama 24 jam guna mengawasi perubahan aktivitas seismik dan akan segera memberikan peringatan dini bila situasi memburuk.
Dampak Erupsi Terhadap Penerbangan dan Aktivitas Harian
Sementara itu, dampak erupsi juga mulai terasa di sektor transportasi. Abu vulkanik yang terbang ke udara berpotensi mengganggu penerbangan di wilayah sekitar, meskipun hingga saat ini belum ada laporan pembatalan penerbangan. Maskapai penerbangan diminta untuk memantau informasi terbaru dari otoritas bandara dan badan vulkanologi.
Di sisi lain, aktivitas warga di Lembata masih berjalan normal, meski dengan kewaspadaan ekstra. Beberapa sekolah dan kantor meminta siswa serta pegawai mengenakan masker saat berada di luar ruangan untuk menghindari paparan abu. “Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk antisipasi jika kondisi memburuk,” ujar seorang pejabat lokal.
Sejarah Erupsi Ile Lewotolok dan Ancaman Jangka Panjang
Gunung Ile Lewotolok bukanlah gunung yang diam begitu saja. Sejak 2017, gunung ini sudah beberapa kali erupsi dengan skala kecil hingga sedang. Letusan terbesar tercatat pada November 2020, di mana kolom abu mencapai ketinggian lebih dari 4 kilometer dan memaksa evakuasi ribuan warga.
Para ahli vulkanologi menegaskan, Gunung Ile Lewotolok kerap meletus secara eksplosif dengan mengeluarkan aliran piroklastik panas dan melontarkan material vulkanik berbahaya. Karena itu, masyarakat harus selalu menaati batas jarak aman yang sudah ditentukan para petugas.
Kesiapsiagaan Jadi Kunci Utama
Kepala BPBD Lembata menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah posko darurat dan logistik jika terjadi keadaan darurat. “Kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan untuk memastikan respons cepat jika diperlukan evakuasi,” jelasnya.
Masyarakat harus pintar menyaring informasi dan tidak boleh sembarangan percaya pada kabar yang sumbernya tidak jelas!
Penutup: Tetap Tenang tapi Siaga
Meski erupsi Gunung Ile Lewotolok kali ini belum menyebabkan kerusakan parah, kita semua wajib tetap waspada!
Langkah konkret yang harus kita lakukan:
- Taatilah semua imbauan petugas – mereka tahu yang terbaik untuk keselamatan kita
- Selalu kenakan masker – lindungi diri dari abu vulkanik yang berbahaya
- Jauhi zona bahaya – jangan coba-coba mendekat meski terlihat tenang
Dengan langkah preventif ini, kita bisa memangkas risiko bahaya erupsi secara signifikan. Ingat, keselamatan kita bergantung pada tindakan yang kita ambil sekarang!
Pemantauan terus dilakukan, dan jika ada perubahan status, informasi akan segera disebarkan. Jadi, jangan panik, tapi jangan juga lengah!

