Checkbind.com – Lebih dari 200 anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Peixin, Gansu, China, tiba-tiba tumbang setelah mengonsumsi kue kurma merah dan roti jagung yang ternyata dicat dengan pewarna beracun! Fakta mengejutkan ini terungkap setelah 201 anak dilarikan ke rumah sakit dengan gejala keracunan parah. Investigasi membuktikan, pewarna tidak aman tersebut mengandung timbal dosis tinggi—zat berbahaya yang seharusnya tidak boleh masuk ke tubuh manusia, apalagi dikonsumsi anak-anak!
Bayangkan, anak-anak itu mengeluh sakit perut hebat, mual-mual tak berhenti, bahkan gigi mereka menghitam seperti terpapar zat kimia industri! Orang tua pun panik saat dokter mengonfirmasi kadar timbal dalam darah siswa jauh melebihi ambang batas aman. Salah satu ayah, Liu, ceritakan bagaimana ia langsung buru-buru membawa anaknya ke rumah sakit di Xi’an setelah mendengar kabar keracunan. “Saya khawatir ini pengaruhi hati dan pencernaannya kelak,” ujarnya dengan suara gemetar.
Yang bikin merinding, rekaman CCTV dari dapur sekolah justru memperlihatkan staf dengan santai mencampurkan pigmen cat ke dalam adonan kue! Padahal, label pada kemasan cat jelas-jelas bertuliskan “TIDAK UNTUK DIKONSUMSI”. Polisi mengungkap, kepala sekolah (Zhu) secara sengaja memerintahkan pembelian cat online demi memotong biaya. Alhasil, tes laboratorium menunjukkan kadar timbal dalam kue kurma mencapai 1.052 mg/kg—lebih dari 2.000 kali lipat batas aman nasional (0,5 mg/kg)!
Tak main-main, pihak berwenang langsung menahan 8 orang, termasuk kepala sekolah, investor (Li), dan enam staf dapur dengan tuduhan “produksi makanan beracun”. Wali Kota Tianshui, Liu Lijiang, mengaku malu karena insiden ini bocorkan lubang besar dalam pengawasan makanan di China. “Kami akan perbaiki sistem secara menyeluruh,” janjinya. Namun, orang tua murid geram karena keluhan sakit perut dan lemas sudah muncul sejak Maret—artinya, anak-anak mungkin terpapar timbal selama berbulan-bulan!
Media pemerintah China ramai-ramai mengekspos kelalaian fatal ini. Fakta lebih mengejutkan terungkap: inspeksi tahun 2022 sebenarnya sudah memperingatkan risiko kontaminasi di sektor katering, namun pihak terkait sama sekali mengabaikan peringatan tersebut! Yang lebih mengerikan, hasil pemeriksaan menunjukkan roti sosis jagung yang mereka berikan kepada anak-anak itu mengandung timbal mencapai 1.340 mg/kg – kadar yang sanggup memicu kerusakan otak permanen pada korban! BBC melaporkan, putra Liu harus menjalani perawatan intensif selama 10 hari, tapi efek jangka panjangnya masih misterius.
Kasus ini jadi alarm keras bagi seluruh dunia: jangan sampai kejahatan demi untung besar mengorbankan nyawa anak-anak! Para orang tua di China kini berencana menggugat sekolah, sementara netizen membanjiri media sosial dengan tagar #JusticeForPeixinKids. Pertanyaannya sekarang: akankah korban benar-benar mendapat keadilan, atau hanya jadi statistik lagi?
Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Cinta-news.com

