JAKARTA, Checkbind.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta baru saja membongkar fakta mengejutkan: lima nyawa melayang akibat leptospirosis sejak awal 2025! Totalnya, petugas mencatat 18 kasus, dengan sebagian besar korban baru menyadari penyakitnya saat kondisi sudah kritis.
Merespon hal ini, Dinkes langsung memutar otak. Mereka kini menggencarkan deteksi dini di semua layanan kesehatan, terutama puskesmas. Tujuannya jelas: menangkap gejala leptospirosis sebelum merenggut nyawa lebih banyak.
“Dokter dan tenaga medis harus jeli! Kenali gejala leptospirosis sedini mungkin, baik di puskesmas, klinik, maupun praktik dokter mandiri. “Jika kita tangani secepatnya, kita bisa selamatkan pasien dari kerusakan organ fatal,” tegas Lana Unwanah.
Tak cuma mengandalkan deteksi medis, tim Dinkes juga turun ke lapangan. Mereka bekerja sama dengan Labkesmas dan Labkesda untuk memeriksa tikus pembawa bakteri Leptospira. Petugas juga mengambil sampel air dan tanah di lokasi rawan.
Target utama mereka? Wilayah Puskesmas Pakualaman, tempat kasus terakhir muncul. Hasil penyelidikan ini akan menjadi senjata ampuh untuk memutus rantai penularan.
Ayo Warga Bantu Perangi Leptospirosis!
Dinkes tak mau berjuang sendirian. Mereka gencar mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan menghindari kontak dengan air atau tanah tercemar.
“Leptospirosis bukan penyakit sepele! Partisipasi warga sangat kami butuhkan untuk memutus penularan,” pesan Lana.
Kerja Sama Lintas Instansi Jadi Solusi
Mengacu Permenko PMK No. 7/2022, Dinkes Yogyakarta memperkuat kolaborasi dengan berbagai sektor. Mereka sadar, leptospirosis butuh penanganan menyeluruh karena bersifat zoonosis.
“Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk warga, untuk mengatasi masalah ini,” tegas Lana.
Kenali Leptospirosis Sebelum Terlambat!
Bagi yang belum tahu, leptospirosis muncul akibat bakteri Leptospira dari urine tikus. Gejalanya mirip flu, tapi bisa berakibat fatal.
Waspadai ciri-cirinya:
- Demam tinggi mendadak
- Sakit kepala hebat
- Nyeri otot parah
- Mual dan muntah terus-menerus
- Mata memerah
Jika mengalami gejala ini setelah kontak dengan air atau tanah kotor, segera ke dokter!
Jangan Panik, Tapi Jangan Lengah!
Meski kasusnya serius, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Asal menjaga kebersihan dan waspada terhadap gejala, risiko bisa kita tekan.

