Site icon Checkbind

FMPD Manggarai Barat Desak Pencabutan Izin Pembangunan Vila di Pulau Padar

Checkbind.com – Suasana di Labuan Bajo memanas pada Selasa (2/9/2025) lalu. Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) Manggarai Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati. Mereka menuntut pemerintah mencabut izin pembangunan vila di Pulau Padar. Forum ini bersikukuh bahwa kawasan tersebut merupakan zona inti konservasi yang harus dilindungi.

Bernadus Barat Daya, pegiat lingkungan FMPD, menyampaikan keprihatinan mendalam kelompoknya. Ia menegaskan Pulau Padar bukanlah pulau biasa. UNESCO telah menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai warisan dunia yang harus dilindungi. Bernadus menuding pemerintah lebih memihak kepentingan investor daripada melindungi lingkungan rakyat.

Mereka juga mengkhawatirkan dampak destruktif dari pembangunan vila. Pembangunan infrastruktur berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem Pulau Padar. Habitat komodo dan biota endemik lainnya bisa terancam punah. Aktivitas konstruksi juga dapat memicu kerusakan landscape dan polusi perairan.

Sergius Tri Deddy sebagai koordinator aksi secara khusus menyasar dua menteri. Ia mendesak Menteri Kehutanan dan Menteri ESDM mencabut izin PT. KWE. Sergius juga menuntut komitmen Bupati dan DPRD setempat untuk menghentikan aktivitas perusahaan tersebut.

Tuntutan mereka meluas beyond satu perusahaan saja. Forum ini mendesak pemberian sanksi tegas untuk semua pelaku usaha yang melanggar. Mereka menyerukan tindakan terhadap hotel, restoran, dan vila yang menyerobot sempadan pantai. Perusakan hutan mangrove juga harus dihentikan.

Persoalan tambang ilegal juga menjadi perhatian forum. Mereka mendesak Bupati menerbitkan penghentian izin tambang galian C ilegal. Forum juga meminta para pelaku tambang ilegal diproses hukum hingga pengadilan.

Menanggapi aksi ini, Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin memberikan respons. Ia berjanji mengoordinasikan aspirasi masyarakat ke pemerintah provinsi dan pusat. Benediktus mengucapkan terima kasih atas kritik konstruktif masyarakat. Namun masyarakat masih menunggu realisasi janji ini dalam tindakan nyata.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version