Checkbind.com – Cesc Fabregas meluapkan kemarahan besar terkait masalah cedera Moise Kean. Pelatih Como ini secara terbuka menyoroti tindakan Federasi Sepak Bola Italia. Menurut pandangan tajam Fabregas, FIGC bertindak sangat ceroboh dan tidak bertanggung jawab. Pihak federasi tega membiarkan sang striker berlaga dalam kondisi fisik yang mengkhawatirkan. Bahkan, Kean harus bertanding secara penuh sepanjang laga.
Lantas, Fabregas menilai keputusan tim nasional Italia tersebut sangat berisiko tinggi. Pelatih Spanyol ini menyaksikan Kean memeras keringat di atas lapangan hijau. Pemain andalan Como itu bertarung sengit selama 90 menit penuh. Padahal, Kean bertanding melawan skuad Prancis sambil menahan rasa sakit luar biasa.
Kemudian, Football Italia merilis laporan panas mengenai kabar kontroversial ini. Media ternama tersebut mengutip informasi langsung dari harian Corriere dello Sport. Fabregas melontarkan kritik sengit ini di depan para wartawan. Momen protes keras tersebut berlangsung menjelang laga Como menghadapi AS Roma pada hari Minggu.
Alhasil, Moise Kean harus mengambil masa istirahat dan memvonis dirinya absen. Tim medis menjalankan pemeriksaan fisik secara intensif pada hari Jumat. Selanjutnya, hasil tes medis tersebut langsung membongkar tingkat keparahan cedera sang pemain.
“Sebenarnya, Kean memikul benturan fisik yang sangat keras,” ujar Fabregas saat membagikan analisis profesionalnya. “Momen berbahaya itu terjadi sewaktu Italia melawan skuad Belgia. Pertandingan keras tersebut menjadi laga pertama yang kami jalani,” tambahnya.
“Meskipun begitu, staf Italia tetap menurunkan Kean tanpa ragu,” lanjut Fabregas dengan nada kecewa. “Dia harus bertarung lagi di lapangan selama 90 menit penuh. Padahal, dia menghadapi Prancis dalam kondisi tubuh yang cedera. Hasil pemindaian MRI kemarin membuktikan fakta medis ini secara jelas,” tegasnya.
“Lantas, kita semua wajib menyoroti saluran komunikasi antara pihak federasi dan klub,” kata Fabregas. “Pihak mereka harus membenahi proses krusial tersebut agar menjadi lebih transparan,” tutup sang pelatih.
Kean Tetap Bermain Meski Cedera
Sebenarnya, Kean menderita benturan keras pada fisik bagian bawahnya terlebih dahulu. Insiden menyakitkan ini menimpa sang striker saat Italia menjamu tim Belgia. Pertandingan tersebut membuka rangkaian empat laga internasional yang sangat padat. Alhasil, Italia menelan kekalahan pahit dengan skor akhir 0-2.
Namun, Kean tetap memaksakan diri untuk tampil penuh di lapangan. Padahal, masalah fisik yang cukup serius sedang melilit tubuh sang pemain. Pihak pelatih Italia tetap menurunkan Kean saat mereka bertandang ke markas Prancis. Tim nasional Italia mendatangi stadion di kota Paris dengan ambisi meraih poin.
Selanjutnya, Kean menguras seluruh sisa tenaganya sepanjang pertandingan berlangsung. Dia terus bertanding penuh selama 90 menit tanpa penggantian pemain. Akhirnya, laga sengit tersebut menyudahi papan skor dengan hasil imbang.
Lalu, hasil pemeriksaan MRI langsung menjawab seluruh spekulasi publik. Perangkat medis canggih tersebut membongkar kondisi cedera jaringan yang menimpa Kean.
Kean Tinggalkan Skuad Italia
Oleh sebab itu, kenyataan pahit ini memicu reaksi keras dari Fabregas. Sang pelatih menjadikan temuan medis tersebut sebagai dasar argumentasi yang kuat. Dia mengecam keputusan Italia yang nekat menurunkan sang penyerang saat menghadapi Prancis.
Alhasil, Kean mengambil keputusan tegas untuk segera melangkah pergi. Sang penyerang secara resmi memilih meninggalkan kamp pelatihan skuad Italia. Langkah penyelamatan fisik ini terjadi sebelum tim melakoni laga penting melawan Turki.
Meski begitu, Italia tetap mengamankan hasil positif tanpa kehadiran penyerang utamanya. Skuad Gli Azzurri sukses membungkus kemenangan manis lewat skor akhir 3-1. Mereka berhasil mencukur tim Turki pada pertandingan sengit di kota Bologna.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

