Site icon Checkbind

Dugaan Pembakaran Warung Mie dan Babi di Sukoharjo, Polisi Buru Komplotan Bertopeng

SUKOHARJO, Checkbind.com – Komplotan orang tidak dikenal (OTK) nekat meneror kawasan Sukoharjo. Lalu, mereka merusak serta membakar Warung Mie dan Babi Tepi Sawah Desa Parangjoro. Bahkan, kejadian mengerikan ini berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Secara terbuka, pengelola warung Jodi Sutanto memaparkan awal mula musibah kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa kobaran api mulai muncul sekitar pukul 04.00 WIB.

Namun, Jodi baru menyadari musibah ini pada pukul 05.00 WIB.

“Padahal, karyawan menelepon saya berulang kali. Tapi saya masih tertidur lelap. Akhirnya, istri saya terbangun lalu menjawab telepon. Lantas, kami menerima info kejadian sekitar jam 04.00 WIB,” cerita Jodi.

Sebelumnya, empat penjahat mendatangi kamar tidur penjaga bernama A (30). Kemudian, mereka langsung mengancam korban menggunakan senjata tajam.

“Menurut saksi, empat orang mendobrak pintu kamar penjaga jam 04.00 WIB. Lalu, satu pelaku menodongkan pisau kecil,” tegas Jodi.

Selanjutnya, komplotan ini memaksa saksi A keluar dari kamar. Maka, mereka menyuruh korban berjongkok pasrah di halaman.

“Ternyata, pelaku menyuruh korban berjongkok serta berhitung 1 sampai 1.000. Sementara, pelaku lain merusak barang dan menyulut api,” sambung Jodi.

Akibatnya, jilatan api melahap atap gudang penyimpanan barang bekas. Selain itu, kobaran api juga merusak kamar tidur penjaga.

Bahkan, keempat pelaku sengaja mengenakan topeng penutup wajah berupa sebo.

“Uniknya, pelaku membisu sepanjang aksi. Meskipun begitu, mereka tetap mengenakan penutup wajah sebo. Sehingga, topeng itu hanya memperlihatkan area mata,” ungkap Jodi.

Untungnya, pelaku tidak melakukan penganiayaan fisik terhadap korban A. Oleh sebab itu, Jodi meyakini kasus ini murni pengancaman dan perusakan.

Di sisi lain, pemilik warung memastikan tidak ada barang yang hilang.

“Memang, ini murni aksi perusakan dan bukan pencurian. Sebab, kami tidak kehilangan barang apa pun,” tambah Jodi.

Lebih lanjut, pelaku beraksi di area warung selama 30 hingga 45 menit.

Usai menyulut api, komplotan itu langsung kabur menunggangi sepeda motor. Lantas, mereka meninggalkan lokasi secara berboncengan dengan cepat.

Sayangnya, jilatan api turut merusak satu unit kamera CCTV.

“Akibat kobaran api, mesin DVR CCTV kamar ikut hangus. Namun, polisi sedang memeriksa dua CCTV kartu memori,” urai Jodi.

Oleh karena itu, Jodi segera melaporkan peristiwa teror ini ke Polres Sukoharjo.

Sementara itu, lokasi kejadian langsung disisir oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Sukoharjo. Selanjutnya, polisi mengumpulkan bukti awal demi menyelidiki kasus ini.

Garis polisi juga dibentangkan oleh petugas di sekeliling area warung.

Awalnya, karyawan pabrik membantu memadamkan api memakai APAR. Berikutnya, petugas Damkar Sukoharjo tiba lalu memadamkan sisa api secara total.

Di pihak lain, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Zaenudin membenarkan peristiwa pembakaran tersebut.

Bahkan, ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian masih terus mendalami kasus ini.

“Kendati demikian, kami membenarkan adanya kebakaran tersebut. Sebab, penyidik masih mendalami kronologi lengkapnya,” ungkap Zaenudin.

Selain itu, Kapolres Sukoharjo Anggaito Hadi Prabowo memastikan timnya masih menggelar olah TKP.

“Pasalnya, tim penyidik kami bergerak cepat di lapangan. Lagipula, kasus ini murni pembakaran sengaja karena saksi melihatnya,” pangkas Anggaito.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version