Site icon Checkbind

Demo Sopir Truk di Jawa Picu Lonjakan Harga Cabai dan Bawang di Lampung

LAMPUNG, checkbind.com – Aksi demo sopir truk di berbagai wilayah Jawa ternyata berdampak langsung pada kenaikan harga sembako di Provinsi Lampung. Pedagang di Pasar Induk Tamin, Bandar Lampung, seperti Rizal, mengeluhkan melonjaknya harga cabai dan bawang merah karena pasokan dari Jawa terhambat.

Rizal dengan nada kesal menjelaskan, “Iya, harganya naik lagi. Kata agen, stoknya sedikit karena kiriman dari Jawa macet. Sopir truk pada demo, jadi barang enggak bisa masuk.” Ia menambahkan, cabai merah keriting yang semula Rp 40.000 per kilogram kini melambung hingga Rp 60.000.

Tak hanya cabai, bawang merah juga ikut terdampak. Rina, pedagang lain di pasar yang sama, mengaku pasokan dari Brebes dan Nganjuk nyaris tidak masuk sejak Kamis (19/6/2025). “Agen bilang stoknya minim, belum ada truk yang datang dari Jawa. Alhasil, harganya langsung naik,” ujarnya. Saat ini, harga bawang merah meroket dari Rp 42.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Aksi Mogok Sopir Truk: Protes Aturan ODOL

Baca Juga:Sopir Truk Resah Aturan ODOL Mulai Ditegakkan, Kasatlantas Karanganyar Tegaskan: Masih Sosialisasi!

Aksi demo sopir truk ini bukan tanpa alasan. Sejak Kamis (19/6/2025), mereka melakukan mogok kerja dan unjuk rasa menentang penerapan regulasi Over Dimension Over Load (ODOL), khususnya Pasal 277 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Massa aksi menilai aturan ini tidak adil karena hanya menyasar sopir, sementara pengusaha angkutan dan pemilik muatan—yang sebenarnya menentukan berat dan jumlah barang—justru bebas dari jeratan hukum.

Dampak Berantai ke Pasar Tradisional

Ketiadaan truk pengangkut dari Jawa membuat para pedagang di Lampung kelabakan. Biasanya, pasokan cabai dan bawang merah datang setiap hari, namun sejak demo dimulai, stok di pasar menipis. Beberapa pedagang bahkan terpaksa menaikkan harga lebih tinggi untuk mengantisipasi kelangkaan barang.

“Kalau begini terus, kami bisa kehilangan pembeli. Orang-orang pasti akan mengeluh karena harga sembako tiba-tiba naik,” keluh Rina. Ia berharap aksi demo cepat berakhir agar distribusi barang kembali lancar.

Sampai saat ini, belum ada respons tegas dari pemerintah terkait aksi mogok ini. Padahal, jika berlarut-larut, dampaknya bisa semakin meluas, tidak hanya ke harga cabai dan bawang, tetapi juga komoditas lain yang bergantung pada distribusi dari Jawa.

Para sopir truk sendiri bersikeras akan terus berdemonstrasi hingga tuntutan mereka didengar. “Kami sudah lelah jadi kambing hitam. Aturan ODOL ini harus direvisi agar adil bagi semua pihak,” tegas salah seorang peserta aksi.

Konsumen Terpaksa Menyesuaikan

Di tengah situasi ini, konsumen pun terpaksa menahan diri atau beralih ke bahan alternatif. Ibu-ibu di Bandar Lampung mengaku kewalahan dengan kenaikan harga yang tiba-tiba. “Cabai sekarang mahal banget, mau masak pedas jadi mikir dua kali,” ujar Siti, salah seorang pembeli.

Beberapa pedagang berusaha menenangkan pembeli dengan menjual dalam jumlah kecil agar tetap terjangkau. Namun, jika pasokan tidak segera normal, harga bisa terus merangkak naik.

Semoga aksi demo ini segera menemui titik terang agar rantai pasokan kembali lancar dan harga sembako stabil. Jika tidak, bukan tidak mungkin krisis kecil ini akan berdampak lebih luas pada perekonomian lokal.

Sementara itu, masyarakat Lampung tetap berharap pemerintah segera turun tangan menyelesaikan masalah ini sebelum harga-harga lain ikut melonjak.

Exit mobile version