Checkbind.com – PSSI akhirnya membuat gebrakan tak terduga! Mereka secara resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026). Keputusan ini sekaligus mengakhiri kerja sama dengan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert. Menariknya, Herdman langsung membubuhkan tanda tangan pada kontrak berdurasi dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun.
Kita Garuda kemudian membocorkan informasi menarik. Ternyata, pria asal Inggris ini akan memegang kendali ganda! Dia akan menangani tim senior sekaligus Timnas U-23 Indonesia. “Herdman mendapat kontrak jangka panjang 2+2 tahun dengan peran ganda,” jelas pernyataan resmi mereka. Artinya, masa depan dua level timnas kita sepenuhnya ada di tangannya.
Namun, yang benar-benar bikin heboh adalah besaran gajinya! Media Kanada, Waking The Red, mengungkap fakta mengejutkan. John Herdman hanya akan menerima sekitar Rp670 juta per bulan dari PSSI. Angka ini jauh lebih rendah dari gaji Shin Tae-yong (Rp2 miliar) dan Patrick Kluivert (Rp1,5 miliar). “Gaji US$40.000 per bulan menjadi faktor penentu,” tulis media tersebut. Lalu, apa alasan Herdman menerima nominal ini?
Ketua BTN, Sumardji, akhirnya membongkar rahasianya. PSSI memang sengaja mengajukan syarat khusus. Mereka meminta calon pelatih bersedia menetap di Indonesia selama kontrak. “Kami mempertimbangkan kesediaannya tinggal di sini,” tegas Sumardji. Tujuannya jelas, pelatih harus mengenal budaya dan sepak bola Indonesia dari dekat.
Hebatnya, John Herdman langsung menyanggupi permintaan tersebut! Dalam sesi wawancara, dia bahkan berjanji akan memboyong seluruh keluarganya. “Dia bilang, jika terpilih, saya akan bawa keluarga langsung ke Indonesia,” ujar Sumardji. Komitmen tinggal total ini menjadi penawar atas gaji yang lebih rendah. Hal itu membuktikan, Herdman datang untuk membangun fondasi, bukan sekadar proyek singkat.
John Herdman sendiri menegaskan totalitasnya. Mantan pelatih Timnas Kanada ini yakin, mempelajari budaya adalah kunci sukses. “Saya harus sepenuhnya membenamkan diri. Memahami orang dan adat istiadat sangat penting untuk membangun hubungan,” ujarnya kepada Toronto Star. Dia ingin menyatu sepenuhnya dengan lingkungan barunya.
Selain itu, Herdman sudah lama terpikat potensi besar Indonesia. Dia melihat kemiripan menarik dengan Kanada. “Potensi bakatnya sangat besar,” katanya pada The Canadian Press. “Suasananya mirip. Negara besar, punya banyak pemain lokal, dan punya kemampuan merekrut pemain dwikewarganegaraan.” Persepsi positif inilah yang memicu optimismenya.
Singkatnya, pengangkatan John Herdman bukan pergantian biasa. Di balik gaji “murah”, tersimpan komitmen luar biasa. PSSI memilih sosok yang mau “hanyut” dalam denyut sepak bola Indonesia. Herdman membalasnya dengan kesiapan penuh pindah ke sini. Kini, semua mata tertuju pada strategi barunya. Apakah pendekatan manusiawi ini akan mengubah potensi menjadi prestasi? Satu hal pasti: era baru dimulai dengan pelatih yang siap menjadikan Indonesia sebagai rumah.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

