Site icon Checkbind

Dapur MBG Pesisir Barat Dibobol Maling, 6 Bulan Rampung Tak Juga Beroperasi

Checkbind.com – Hati para warga Pesisir Barat, Lampung, pasti langsung miris mendengar kabar ini. Para maling ternyata mengincar sebuah dapur megah yang pemerintah siapkan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebelum fasilitas itu sempat melayani masyarakat! Ibarat kata, baru mau dipakai, eh malah orang tak bertanggung jawab mencongkel pintunya.

Para pelaku dengan leluasa menggondol berbagai peralatan dapur berharga dari dalam gedung. Mereka membawa kabur genset besar hingga mesin rice steamer andalan, semuanya lenyap tanpa bekas. Kejadian ini sontak membuat warga gempar, apalagi setelah rekaman video kondisi bangunan yang berantakan membanjiri media sosial. Dalam video tersebut, tampak pintu belakang dalam keadaan rusak parah, sementara ruangan sudah acak-acakan seperti habis diobrak-abrik orang.

Warga sekitar memperkirakan kerugian akibat pencurian ini mencapai ratusan juta rupiah. Namun, pihak kepolisian masih bersikap hati-hati dan melakukan pendataan ulang untuk memastikan nilai pastinya.

Polisi Bergerak Cepat! Kasat Reskrim Buka Suara soal Pembobolan Dapur MBG

Kasat Reskrim Polres Pesisir Barat, Iptu Miedy Hariyanto, langsung angkat bicara merespons kegaduhan ini. Pihaknya menerima laporan dugaan pencurian di bangunan Yayasan SPPG Bumi Artha Semesta yang terletak di Dusun Usang Pulau, Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan.

“Benar, kami menerima laporan dugaan pencurian tersebut dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Miedy dengan tegas, Sabtu (1/8/2026). Tim kepolisian pun langsung turun tangan dan melakukan serangkaian penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memburu pelaku.

Sudah Siap Enam Bulan Lalu, Tapi Kok Nggak Juga Jalan?

Tim penyelidik menemukan fakta mengejutkan dari hasil pemeriksaan awal di lapangan. Bangunan dapur MBG yang megah tersebut ternyata rampung dibangun sekitar enam bulan lalu. Bayangkan, setengah tahun sudah berdiri kokoh, namun fasilitas penting ini belum pernah mengoperasikan program MBG sama sekali. Masyarakat pun mulai mempertanyakan mengapa program yang mereka nantikan ini terbengkalai dan mengapa para pencuri dengan mudah menjadikannya sasaran empuk.

Peristiwa naas ini pertama kali diketahui pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, pelapor yang bernama Aris Biantoro sedang berada di lokasi pengunduhan sawit di belakang gedung. Tiba-tiba, matanya menangkap keanehan. Ia melihat pipa paralon sumur bor dalam kondisi patah dan tergeletak di tanah.

Rasa curiga langsung menyelimuti dirinya setelah melihat kejanggalan tersebut. Bersama saksi Komang Ardane, Aris pun memberanikan diri memeriksa bangunan tersebut. Alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati pintu belakang sudah terlepas dari engselnya dan menganga lebar. Saat memasuki gedung, pemandangan yang sangat memilukan langsung menyambut mereka. Ruangan sudah berantakan total, barang-barang berserakan di lantai, dan jelas terlihat ada yang tidak beres.

Setelah melakukan pengecekan secara menyeluruh ke seluruh ruangan, ternyata sejumlah peralatan yang sebelumnya tersimpan rapi di dalam bangunan sudah tidak ada lagi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, bangunan tersebut memang belum beroperasi meski telah selesai dibangun sekitar enam bulan lalu. Kami sudah melakukan cek TKP dan memeriksa saksi-saksi untuk kepentingan penyelidikan,” jelas Miedy lebih lanjut kepada awak media.

Daftar Panjang Barang Raib: Genset, Kulkas, hingga 50 Celemek!

Lantas, apa saja yang hilang dari dapur megah ini? Ternyata daftarnya cukup panjang dan membuat siapa pun geregetan. Para pelaku dengan cerdik menggondol barang-barang bernilai strategis, antara lain:

Polisi Gencar Buru Pelaku!

Meski dapur megah ini sempat mangkrak setengah tahun, polisi tidak tinggal diam menghadapi kasus ini. Iptu Miedy menegaskan bahwa penyidik saat ini tengah sibuk menginventarisasi seluruh barang yang hilang sembari memburu jejak pelaku pencurian. Mereka juga memeriksa sejumlah saksi yang mungkin melihat kejadian tersebut.

“Kasus ini masih kami dalami. Penyelidikan terus kami lakukan untuk mengungkap pelaku serta mencari barang bukti yang hilang,” tegas Miedy dengan nada serius.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan total kerugian secara pasti hingga saat ini. Proses pendataan masih berlangsung dan petugas masih mendata satu per satu barang yang raib.

“Untuk nilai kerugian, kami belum bisa menyampaikannya karena kami masih mendata dan menginventarisasi barang-barang yang hilang,” pungkasnya mengakhiri keterangan

Masyarakat pun kini menantikan hasil kerja keras polisi. Mereka berharap polisi segera menangkap pelaku dan merealisasikan program MBG yang sangat dinanti agar berjalan lancar di masa mendatang

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version