Checkbind.com – Diabetes mellitus kini mengintai semua kalangan, dari anak muda hingga lansia. Penyakit ini tidak memandang usia! Salah satu pemicu utamanya adalah kebiasaan makan kita yang sering tidak terkontrol, khususnya konsumsi makanan dan minuman manis. Kebiasaan ini bisa melambungkan kadar gula darah. Akibatnya, risiko obesitas dan penyakit jantung pun mengancam. Oleh karena itu, kita harus paham betul batas aman konsumsi gula harian. Tujuannya, agar tubuh tetap fit dan terhindar dari penyakit kronis. Lalu, berapa batas konsumsi gula yang boleh kita konsumsi setiap hari?
Ahli IPB Beberkan Batas Konsumsi Gula Harian yang Aman
Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Hardinsyah, memaparkan fenomena mengkhawatirkan. Pola konsumsi makanan dan minuman manis di masyarakat perkotaan terus meningkat. Kita kini mudah menjumpai aneka makanan manis, baik tradisional maupun modern.
Anak-anak pun sangat rentan. Mereka sering mengonsumsi gula dari minuman kemasan, bekal, dan jajanan sekolah. Prof. Hardinsyah mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap keberadaan “gula tersembunyi” yang sering tidak disadari. “Faktor lain adalah semakin banyaknya orang tua yang bekerja, sehingga anak lebih banyak mengonsumsi makanan dari luar rumah,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, beliau memberikan panduan jelas. Batas aman konsumsi gula untuk orang dewasa maksimal 50 gram atau setara 4-5 sendok makan. Beliau menekankan bahwa batas konsumsi gula untuk anak-anak harus lebih rendah, yakni hanya 3-4 sendok makan per hari. “Kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan dapat memicu meningkatnya risiko obesitas dan diabetes,” tegas Hardinsyah. Beliau menambahkan, “Kegemukan akibat lemak sangat berbahaya. Lemak bisa menumpuk di organ vital seperti jantung dan ginjal.”
Sebagai solusi, beliau menganjurkan kita memperbanyak konsumsi sayuran, buah, dan makanan bergizi. “Tubuh butuh gula, tetapi secukupnya saja. Perbanyak sayur dan buah untuk menjaga kesehatan sejak dini,” saran Hardinsyah.
Mengenal Jenis-Jenis Gula dan Cara Tubuh Meresponsnya
Pakar dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Puspo Edi Giriwono, memaparkan klasifikasi gula berdasarkan strukturnya. Para ahli membagi gula berdasarkan struktur dan tingkat kompleksitasnya.
Jenis gula paling dasar disebut monosakarida, yang mencakup glukosa dan fruktosa. Meskipun sama-sama memberikan rasa manis, kedua jenis gula ini memiliki sumber dan mekanisme penyerapan yang berbeda di dalam tubuh. “Kita temukan glukosa pada nasi dan kentang. Fruktosa ada dalam buah dan sayur,” terang Puspo. “Glukosa lebih mudah diserap tubuh. Jadi, gula darah kita bisa naik lebih cepat,” tambahnya.
“Fruktosa memiliki laju penyerapan yang lebih lambat sehingga indeks glikemiknya tergolong rendah,” jelas Puspo. Tubuh juga bisa memproduksi glukosa dari cadangan lemak.
Lebih lanjut, gabungan dua molekul monosakarida akan membentuk disakarida, contohnya sukrosa yang dikenal sebagai gula pasir. Sukrosa sendiri tersusun atas satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Apabila rantai gula semakin panjang, akan terbentuk oligosakarida hingga polisakarida seperti pati yang terdapat pada bahan pangan pokok. Dengan memahami perbedaan ini, kita bisa lebih cerdas memilih sumber gula yang sehat.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

