Site icon Checkbind

Bupati Aceh Timur Batalkan Mobil Dinas Rp 850 Juta Demi Warga 

ACEH TIMUR, Checkbind.com – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengambil langkah berani! Dia mencoret anggaran Rp 850 juta yang semula akan dipakai untuk membeli mobil dinas pribadi. Dia memilih mengalihkan dana itu guna membangun jembatan di Desa Alue Mirah, Kecamatan Pante Bidari. Padahal, sejak 2023, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari batang kelapa setelah jembatan utama ambruk!

“Tahun ini, saya batalkan pembelian mobil dinas dan alihkan dananya untuk membangun jembatan ini,” tegas Bupati Al-Farlaky saat meninjau lokasi pada Senin (4/8/2025). Dia juga berjanji akan melanjutkan pembangunan tahun depan jika dana belum cukup. Prioritasnya jelas: rakyat pertama!

Jembatan Vital yang Terlupakan

Jembatan Alue Mirah menjadi penghubung utama antara Kecamatan Pante Bidari dan Indra Makmur, terutama di wilayah pedalaman. Setiap hari, puluhan petani melintasi jembatan ini untuk mengangkut hasil bumi seperti sawit, kakao, karet, dan palawija. Sayangnya, sejak jembatan ambruk, mereka terpaksa menyeberang menggunakan jembatan darurat dari batang kelapa yang rapuh!

“Beberapa warga pernah terjatuh ke sungai karena jembatan darurat ini sangat tidak aman,” cerita seorang warga. Padahal, untuk mencapai Gampong Alue Mirah, warga harus menempuh jarak 11 kilometer dari jalan lintas nasional Medan–Banda Aceh.

Potensi Besar, Akses Terkendala

Bupati Al-Farlaky menegaskan, Pante Bidari menyimpan kekayaan alam melimpah, mulai dari perkebunan sawit, kakao, hingga tanaman pangan. Namun, semua potensi itu terhambat karena akses jalan dan jembatan yang buruk.

“Jika infrastrukturnya memadai, hasil bumi warga akan lebih bernilai dan perekonomian desa bisa melesat,” jelasnya. Dengan mengalihkan anggaran mobil dinas, dia berharap pembangunan jembatan segera dimulai dan memberi manfaat nyata bagi warga.

Aksi Nyata yang Menginspirasi

Bupati Al-Farlaky langsung viral! Warganet memuji keputusannya sebagai contoh pemimpin sejati. Dia lebih memilih perbaiki infrastruktur penting daripada mengejar kenyamanan pribadi.

“Inilah pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan untuk diri sendiri!” tulis seorang netizen.

Apa Langkah Selanjutnya?

Dengan dialokasikannya dana Rp 850 juta, pembangunan jembatan Alue Mirah diharapkan segera dimulai. Jika berjalan lancar, ribuan warga di dua kecamatan tak perlu lagi was-was setiap kali menyeberang.

Bupati Al-Farlaky juga menegaskan, “Ini baru awal. Jika ada kebutuhan mendesak lain, rakyat tetap jadi prioritas.”

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Exit mobile version