TULUNGAGUNG, Checkbind.com – Suasana Pantai Popoh mendadak panas pada Senin (10/8/2026) siang. Bukan karena terik matahari, melainkan kemunculan buaya muara raksasa di perairan pantai. Wisatawan yang sedang menikmati liburan langsung bergidik ngeri.
Polisi Perairan dan Udara (Polairud) langsung turun tangan. Mereka mengerahkan personel untuk memantau kawasan pantai. TNI AL pun ikut dilibatkan dalam operasi pengawasan ini.
Komandan Pos Polairud BKO Polres Tulungagung, Aiptu Maryanto, angkat bicara pada Selasa (11/8/2026). Ia mengaku segera bertindak setelah menerima laporan dari warga. Tanpa menunggu lama, ia berkoordinasi dengan Komandan Pos TNI AL setempat.
“Kami langsung bergerak cepat ke Pantai Popoh. Buaya muara itu muncul di area yang cukup ramai pengunjung,” ujar Maryanto dengan nada serius.
Namun, saat tim gabungan tiba di lokasi, buaya tersebut sudah menghilang. Reptil besar itu kembali masuk ke kedalaman perairan. Petugas hanya bisa memastikan lokasi terakhir kemunculannya.
Perkiraan Panjang Buaya Capai 3 Meter!
Informasi dari warga menyebutkan ukuran buaya cukup mengerikan. Panjangnya diperkirakan mencapai tiga meter lebih. Bayangan sosok reptil sebesar itu langsung membuat merinding.
Petugas melakukan pemantauan intensif di sepanjang garis pantai. Hasilnya, mereka hanya menemukan satu ekor buaya. Belum ada indikasi buaya lain yang beroperasi di kawasan tersebut.
Menariknya, ini bukan kemunculan pertama di Tulungagung. Sebelumnya, buaya serupa juga muncul di Pantai Sidem, Kecamatan Besuki. Warga setempat sempat melihatnya beberapa waktu lalu.
“Saat muncul di Pantai Sidem, warga melihatnya dengan jelas. Tapi tak lama kemudian, buaya itu langsung menghilang,” jelas Maryanto.
Ini Bukan Pertama Kalinya!
Maryanto menegaskan fenomena ini sudah tercatat sejak lama. Berdasarkan data Polairud, buaya muara pernah muncul pada tahun 2004. Kemudian pada Juli 2026, buaya kembali terlihat di Pantai Sine.
Kini pada Agustus 2026, buaya muncul lagi di dua lokasi. Pertama di Pantai Sidem, lalu menyusul Pantai Popoh. Pola kemunculan ini cukup mengkhawatirkan petugas.
Kejadian beruntun ini menjadi sinyal penting. Petugas menduga ada perubahan ekosistem bawah laut. Buaya mungkin mencari jalur migrasi baru atau mangsa yang lebih mudah.
Kondisi ini memaksa petugas mengeluarkan imbauan tegas. Mereka meminta masyarakat ekstra waspada saat beraktivitas di pesisir. Nelayan, pedagang, dan wisatawan harus lebih berhati-hati.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada. Jika melihat buaya muncul lagi, jangan mendekat. Segera laporkan ke petugas terdekat,” pungkas Maryanto.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting. Alam memiliki dinamika yang tak terduga. Nikmati keindahan Pantai Popoh, tapi tetap jaga jarak aman!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

