Site icon Checkbind

Antisipasi Krisis Air Bersih, PDAM Pontianak Dorong Realisasi SPAM Regional

Checkbind.com – Krisis air bersih mengancam kehidupan warga Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Ancaman intrusi air laut yang ganas terus menyusup ke sumber air baku. Kondisi buruk ini membuat masyarakat merasa sangat cemas. Akan tetapi, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa belum memberikan kepastian mutlak. Pihaknya belum menjamin pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional selesai pada tahun 2027.

Meskipun begitu, Muhammad Zulhiyardi selaku Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa terus menggantungkan harapan besar. Pihaknya ingin proyek SPAM Regional segera terwujud tanpa penundaan. Sebab, keberadaan infrastruktur air raksasa ini memegang peranan sangat krusial. Kehadiran SPAM Regional memberi masyarakat Pontianak kesiapan yang jauh lebih matang. Masyarakat siap menghadapi fenomena tahunan intrusi air asin yang mengancam pasokan air bersih.

Bahkan, pihak manajemen mendesak agar proses pengembangan ini berjalan secepat mungkin. Langkah cepat ini bakal memenuhi kerinduan dan menjawab harapan seluruh warga. Dengan demikian, warga berdiri pada posisi yang jauh lebih siap. Kota Pontianak bisa menanggulangi kondisi darurat saat ancaman krisis air asin menghantam kembali. Zulhiyardi menerangkan keterangan resmi tersebut pada Kamis, 5 November 2026.

Kendati demikian, beliau menggarisbawahi realita yang ada dengan nada sangat jelas. Manajemen PDAM belum mampu memprediksi waktu penyelesaian proyek fisik ini secara tepat. Pihaknya belum memastikan apakah SPAM Regional bisa menyalurkan air bersih pada tahun 2027.

Terkuak! Mengapa Pembangunan SPAM Regional Harus Menunggu Restu Pemerintah Pusat?

Lebih lanjut, Zulhiyardi memberikan penjelasan secara sangat mendalam. Eksekusi proyek fisik SPAM Regional memerlukan sinergi dan komitmen politik yang amat rapat. Proyek ini menggandeng Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta Pemerintah Pusat ikut memegang peranan penting.

Hal ini terjadi karena fenomena intrusi air laut membawa dampak yang sangat luas. Pencarian sumber air baku baru juga membutuhkan eksplorasi ke lokasi yang amat jauh. Manajemen PDAM tentu tidak sanggup memikul tugas raksasa ini seorang diri.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah menegaskan dukungan yang sangat kuat. Pemprov terus mendorong akselerasi pengerjaan SPAM Regional ini. Namun demikian, para pemangku kebijakan masih menggelar pembahasan intensif. Mereka sedang menetapkan titik lokasi fisik tempat instalasi raksasa tersebut berdiri.

Oleh sebab itu, tim perencana mengambil keputusan berani. Mereka menggeser lokasi intake pengambilan air baku jauh ke hulu Sungai Kapuas. Tim perencana wajib menjalankan langkah strategis ini. Sumber air baku lama di Penepat selalu menyerah terhadap gempuran air asin saat musim kemarau.

Selain itu, Zulhiyardi memaparkan kesiapan teknis proyek tersebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Baperida telah merampungkan kajian akademis mendalam. Tim Baperida juga menyelesaikan perhitungan teknis yang presisi.

Oleh karena itu, kucuran dana segar dari pemerintah pusat sangat menentukan. Anggaran APBN menjadi kunci emas utama akselerasi pembangunan di lapangan. Kucuran dana ini memuluskan proyek penyelamat hajat hidup masyarakat Kalimantan Barat.

Jangan Panik Dulu! PDAM Pontianak Ternyata Sudah Menyiapkan Strategi Darurat Ini!

Sembari terus memperjuangkan proyek SPAM Regional, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa tidak tinggal diam. Pihak PDAM bergerak aktif mengeksekusi berbagai perbaikan infrastruktur lokal. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas serta pemerataan pasokan air bersih bagi konsumen.

Selanjutnya, manajemen PDAM menetapkan skala prioritas paling mendesak. Pihaknya berfokus mendongkrak kapasitas operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Selat Panjang. Fasilitas pengolahan ini memegang peranan vital dalam menyuplai wilayah utara Kota Pontianak.

Jika melihat data teknis, IPA Selat Panjang mengantongi daya kapasitas terpasang 300 liter per detik. Namun, realita distribusi harian menghasilkan angka yang berbeda. Fasilitas ini baru menyalurkan debit efektif sekitar 270 hingga 280 liter per detik kepada warga.

Oleh sebab itu, Perumda Tirta Khatulistiwa langsung memasang target tinggi. Pihaknya berencana menyuntikkan tambahan kapasitas produksi sebesar 200 liter per detik. PDAM akan mengeksekusi penambahan kapasitas ini pada periode 2027 hingga 2028 mendatang.

Dampaknya, lonjakan produksi ini bakal mendongkrak tekanan aliran air secara signifikan. Sistem baru meratakan jangkauan distribusi air bersih hingga ke pemukiman terujung. Wilayah Batu Layang dan Gunung Batu akan merasakan perbaikan pasokan air tersebut.

Pada akhirnya, PDAM Pontianak gigih mendorong percepatan proyek SPAM Regional dari hulu Sungai Kapuas. Langkah ini menjadi jawaban permanen atas masalah intrusi air laut. Di sisi lain, PDAM membuktikan dedikasi nyata melalui modernisasi infrastruktur lokal. Upaya menyeluruh ini menjamin ketersediaan air bersih yang aman bagi seluruh warga kota.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version