Checkbind.com – Bencana kebakaran hutan dan lahan melanda wilayah Papua Pegunungan. Musibah ini menimpa Kampung Karujaya dan Kampung Kama. Kedua kampung ini masuk kawasan Distrik Wesaput. Wilayah tersebut berada di Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa mengerikan ini berlangsung pada Jumat (16/10/2026) malam. Suasana malam kelam berubah menjadi sangat mencekam. Kobaran api merah membumbung tinggi ke langit malam. Kepulan asap hitam pekat langsung memicu kepanikan warga. Warga setempat sangat panik melihat amukan api tersebut. Mereka berhamburan keluar dari dalam rumah untuk menyelamatkan diri.
Bahkan, amukan si jago merah melahap habis hamparan lahan alami. Luas area tanah yang terbakar mencapai sekitar enam hektare. Kebakaran hebat ini bergerak sangat cepat dalam hitungan jam. Lidah api yang membara sempat merayap mendekati perumahan warga. Kondisi darurat ini mengancam keselamatan kawasan permukiman penduduk setempat. Ketakutan hebat menyelimuti seluruh warga pada malam kelam itu. Warga khawatir amukan api akan meratakan perumahan tempat tinggal mereka.
Melihat situasi darurat ini, tim gabungan langsung bergerak cepat. Pasukan penolong menerjunkan puluhan personel terlatih ke lokasi musibah. Anggota tim gabungan berasal dari jajaran Polres Jayawijaya. Personel Satuan Brimob dan Kodim 1702 turut memperkuat pasukan. Petugas pemadam kebakaran juga langsung menyiagakan armada terbaik mereka. Semua personel bertindak sigap menembus kobaran api raksasa. Para petugas berjuang keras menahan laju pergerakan api. Petugas bertekad kuat melindungi kawasan perumahan milik penduduk lokal.
Selanjutnya, tim gabungan berjibaku menembus hawa panas membara. Para petugas berjuang gigih selama kurang lebih lima jam. Perjuangan pantang menyerah ini akhirnya membuahkan hasil manis. Tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan amukan api raksasa. Aksi cepat petugas sukses menyelamatkan perumahan warga lokal. Api tidak sempat membakar satu pun rumah milik penduduk setempat.
Di sisi lain, Kapolres Jayawijaya menyampaikan laporan resmi kepolisian. AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara memimpin langsung laporan tersebut. Pihak kepolisian memastikan insiden ini tidak memakan korban jiwa. Warga juga tidak mengalami kerugian materiil akibat musibah kebakaran. Namun, kepolisian mencatat luas area yang terbakar sangatlah besar. Pihak berwenang memperkirakan luas lahan terbakar mencapai kurang lebih enam hektare.
“Musibah kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil. Kami berhasil mencegah api membakar rumah warga sekitar. Namun, tim kami tetap menghitung total luas lahan terbakar. Luas lahan terbakar mencapai kurang lebih enam hektare,” kata Anak Agung. Ia menyampaikan keterangan resmi ini kepada wartawan pada Sabtu (17/10/2026).
Kemudian, AKBP Anak Agung menjelaskan alasan utama aksi cepat petugas. Tim gabungan bergerak kilat karena lokasi kebakaran sangat strategis. Titik api berada tepat di sekitar kawasan Bandara Wamena. Pihak aparat sangat mengkhawatirkan dampak buruk dari kepulan asap. Jika petugas terlambat bertindak, kobaran api akan meluas cepat. Asap pekat dapat mengganggu kelancaran aktivitas penerbangan udara di bandara.
“Selain mengancam keselamatan warga, kebakaran ini berpotensi mengganggu penerbangan. Lokasi kebakaran berada tepat di kawasan sekitar Bandara Wamena. Kepulan asap kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan udara. Hal ini timbul apabila asap menyebar menutupi kawasan bandara,” ujar Kapolres Jayawijaya.
Sementara itu, petugas belum mengetahui pemicu awal kebakaran tersebut. Titik lokasi timbulnya api di Kampung Karujaya masih misterius. Hal serupa juga terjadi di kawasan Kampung Kama. Oleh karena itu, tim penyidik kepolisian terus bekerja di lapangan. Petugas mengumpulkan pelbagai petunjuk awal di lokasi kejadian. Polisi ingin membongkar penyebab pasti dari bencana membara ini.
Berdasarkan informasi di lokasi, warga masyarakat sekitar juga memendam kebingungan. Warga belum mengetahui asal muasal munculnya percikan api tersebut. Oleh sebab itu, pihak polisi akan menggelar pendalaman kasus. Pihak kepolisian berjanji menuntaskan proses penyelidikan ini hingga jelas.
Meskipun demikian, polisi memiliki dugaan sementara terkait pemicu timbulnya api. Kondisi vegetasi dan rumput mengering akibat terpaan musim kemarau. Cuaca panas ekstrem melipatgandakan risiko kebakaran lahan alami. Akibatnya, percikan api kecil saja dapat membakar hamparan luas.
Oleh karena itu, Kapolres Jayawijaya mengimbau seluruh lapisan masyarakat. Warga wajib meningkatkan kewaspadaan ekstra selama musim kemarau panjang. Warga harus berhati-hati saat menjalankan aktivitas di area terbuka. Langkah antisipasi ini penting untuk mencegah timbulnya titik api baru.
Selain itu, Kapolres mengingatkan warga agar tidak membakar lahan perkebunan. Praktik membakar lahan sangat membahayakan lingkungan sekitar kita. Tiupan angin kencang dapat menyebarkan api dengan sangat cepat. Apalagi rumput dan pepohonan sekitar berada dalam kondisi sangat kering.
“Pesan kami untuk warga, jangan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Khususnya saat kita menghadapi musim kemarau panjang ini. Tindakan ceroboh tersebut akan memicu kebakaran yang jauh lebih luas,” tegas Kapolres mengakhiri imbauannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



