DEPOK, Checkbind.com — Warganet mendadak heboh dengan sebuah kabar yang sangat mengejutkan di media sosial. Masyarakat menemukan dokumen resmi milik Bupati Sigi di kawasan Jakarta Selatan. Berkas pemerintah yang amat penting itu justru berakhir tragis. Warga menggunakannya sebagai kertas pembungkus makanan kuliner nasi pecel.
Seorang pengguna media sosial Threads bernama Bernardinus Steven Damai Satyadarma membongkar kasus unik ini. Pemilik akun @stevendamai tersebut mengunggah beberapa lembar foto bukti fisik dokumen penting tersebut.
Masyarakat dapat mengamati lembaran surat instansi pemerintah itu secara amat jelas. Foto unggahan tersebut memperlihatkan cap stempel resmi dari pemerintah daerah. Selain itu, dokumen negara ini masih memuat paraf serta tanda tangan basah yang amat otentik.
Secara rinci, berkas dinas tersebut membawa pesan yang sangat krusial bagi publik. Bupati Sigi mengajukan permohonan bantuan dana secara mendesak kepada pemerintah pusat. Beliau mengirimkan surat permohonan itu langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum. Tujuan utamanya yaitu memohon perbaikan infrastruktur Jembatan Rahmat 1 di daerah Palolo.
“Saya bertanya secara halus kepada teman-teman pegawai pemerintahan. Apakah kantor kalian tidak memiliki alat paper shredder?” tulis Steven mengungkapkan rasa herannya. Ia menegaskan kembali keheranannya pada unggahan heboh hari Jumat (2/1/2026). Ia merasa heran mengapa dokumen asli berstempel basah bisa sampai ke tangan rakyat biasa. Lebih parah lagi, warga menggunakannya cuma untuk membungkus nasi pecel di Jakarta.
Lantas, postingan heboh ini langsung memancing gelombang kecurigaan luar biasa dari masyarakat luas. Netizen langsung melontarkan berbagai pertanyaan liar dan tajam di media sosial.
Bahkan, seorang pengguna media sosial melontarkan spekulasi kritis mengenai kinerja birokrasi. Ia mempertanyakan apakah Kementerian Pekerjaan Umum pernah memproses surat permohonan tersebut. Publik menduga pihak kementerian sama sekali tidak pernah memproses perbaikan jembatan vital tersebut.
Nasib Tragis Berkas Negara: Berakhir Jadi Pembungkus Pecel
Steven menceritakan kronologi penemuan ganjil ini secara gamblang kepada publik. Awalnya, ia melangkah keluar kantor untuk membeli sarapan nasi pecel. Pedagang kaki lima itu berjualan tepat di sebelah kantornya di kawasan Jalan Rasuna Said, Kuningan.
Kemudian, ia segera memotret dokumen penting birokrasi yang membungkus makanannya tersebut. Steven mengabadikan momen unik itu pada hari Kamis (1/10/2026) pukul 08.34 WIB pagi.
“Iya benar sekali, saya sendiri yang memotret dokumen asli ini. Sekarang saya menyimpan bukti fisik dokumen tersebut dengan aman di atas meja kerja kantor saya,” tegas Steven. Ia menyampaikan konfirmasi langsung ini kepada awak media pada hari Jumat (2/10/2026).
Steven mengaku sangat shock saat menyadari kenyataan pahit ini. Kertas pembungkus makanan sarapannya ternyata merupakan surat resmi milik pemerintah daerah.
Padahal, isi surat tersebut memegang peranan yang sangat vital bagi masyarakat. Berkas ini membawa permohonan dana untuk penanganan jembatan rusaknya warga. Proyek infrastruktur ini menyangkut keselamatan serta kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Sigi.
“Saya merasa sangat khawatir dengan nasib seluruh warga Sigi. Jangan sampai mereka gagal memperoleh kucuran anggaran pembangunan tersebut,” ungkap Steven menunjukkan kepeduliannya.
Selain itu, ia mempertanyakan kelemahan sistem pengelolaan arsip birokrasi pemerintahan. Mengapa dokumen penting berstempel basah bisa lolos ke luar lingkungan kantor? Mengapa surat berharga itu malah bisa sampai ke tangan pedagang kaki lima?
Respon Tak Terduga: Bupati Sigi Mengaku Amat Sedih dan Terperanjat
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae meluapkan rasa sedih yang sangat mendalam kepada publik. Beliau mengaku amat terkejut setelah mengetahui insiden fatal ini. Dokumen resmi pemerintahannya telah berubah fungsi menjadi pembungkus makanan di ibu kota.
Bupati Rizal memberikan penjelasan resmi melalui kolom komentar unggahan Steven. Pihak pemerintah daerah sudah menyampaikan berkas fisik tersebut secara resmi. Mereka telah menyerahkan dokumen penting itu langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain mengirimkan fisik berkas, jajaran stafnya juga sudah memindai dokumen tersebut. Mereka mengubah dokumen itu menjadi berkas digital untuk mempermudah prosedur penyampaian surat ke pusat.
“Kami tidak mengetahui mengapa dokumen ini bisa tercecer di jalanan. Namun, kami memastikan sudah menyerahkan berkas ini kepada pihak Kementerian PU. Saya sangat berharap tidak ada orang yang menyalahgunakan dokumen ini,” tulis Rizal lewat akun resminya @rizalintjenae.
Hingga saat ini, publik masih menyimpan rasa penasaran yang sangat besar. Belum ada pihak yang memberi penjelasan pasti mengenai alur kepindahan surat tersebut. Publik merasa bingung mengapa lembaran surat asli bisa berujung menjadi pembungkus nasi pecel di Jakarta Selatan.
Akhirnya, kasus unik ini langsung menyoroti kualitas pengelolaan arsip instansi pemerintahan. Pihak pemerintah harus memperketat sistem keamanan dokumen resmi mereka. Apalagi berkas tersebut masih membubuhkan cap stempel dan tanda tangan basah pejabat.
Meskipun begitu, Steven mengungkapkan kabar terbaru yang cukup melegakan publik. Ia telah menjalin komunikasi secara langsung dengan Bupati Sigi. Pihak pemerintah daerah rupanya masih terus memperjuangkan pengajuan anggaran perbaikan jembatan tersebut.
“Pemerintah daerah masih terus mengawal proses pengajuan anggaran jembatan tersebut. Namun, saya tetap merasa khawatir jika warga Sigi gagal memperoleh bantuan dana itu,” pungkas Steven menutup perbincangan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



