Checkbind.com – Publik mendadak geger minggu ini. Pasalnya, panitia resmi membatalkan pesta puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Padahal, acara akbar tersebut semula bakal berlangsung meriah pada 5 Oktober 2026 mendatang.
Selanjutnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas angkat bicara. Beliau menegaskan bahwa panitia mengalihkan lokasi puncak perayaan ke Markas Besar (Mabes) TNI di Cilangkap, Jakarta Timur.
Kemudian, Nas menyampaikan pernyataan resminya pada Selasa (22/9/2026). Ia menyebutkan bahwa prajurit akan menggelar upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI secara sangat sederhana.
Lalu, Nas membeberkan alasan utama di balik pemindahan mendadak ini. Menurutnya, ribuan prajurit TNI saat ini sedang sibuk membantu penanganan musibah bencana alam di berbagai daerah.
Meskipun pasukan berfokus pada misi kemanusiaan, Nas tetap menjamin kualitas acara. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran tetap mengutamakan kekhidmatan dan makna mendalam dari peringatan bersejarah ini.
Sementara itu, wartawan sempat menanyakan keterlibatan calon kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi. Namun, Nas enggan menjawab secara pasti soal pembatalan atraksi Naval Parade atau Sailing Pass tersebut.
Sebaliknya, Nas hanya memberikan penegasan ulang kepada media. Ia kembali menekankan bahwa TNI cuma akan mengadakan upacara yang benar-benar sederhana.
Rencana Awal HUT TNI di Monas yang Sempat Bikin Heboh
Padahal, media sebelumnya mencatat rencana perayaan yang sangat megah di Monas. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto semula bakal memimpin langsung upacara akbar tersebut sebagai inspektur upacara.
Selain itu, Nas juga sempat memberikan keterangan resmi pada Selasa (15/9/2026) pekan lalu. Ia memastikan bahwa Presiden RI akan hadir langsung memimpin seluruh rangkaian pesta di Monas.
Lebih lanjut, Nas mengungkapkan agenda penting lainnya dari Kepala Negara. Presiden Prabowo rencananya bakal meresmikan beberapa satuan baru TNI pada momen spesial tersebut.
Tak hanya upacara, panitia awal sebenarnya sudah merancang atraksi hiburan yang dahsyat. Pasukan militer siap menyajikan parade, defile prajurit, hingga pameran alutsista super canggih.
Bahkan, Nas membeberkan angka alutsista yang luar biasa. Sesi defile siap memamerkan 520 unit kendaraan, yang terdiri atas 420 alutsista TNI dan 100 kendaraan antik non-TNI.
Di samping itu, panitia memplot pertunjukan demo gabungan yang sangat mendebarkan. Para prajurit bakal mempertontonkan keahlian atraksi udara serta taktik tempur gabungan udara dan darat.
Sementara di laut, TNI Angkatan Laut awalnya menyiapkan 102 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Calon kapal induk Giuseppe Garibaldi juga masuk dalam daftar parade di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026.
Ternyata, parade maritim ini berfungsi sebagai pembuka acara. Panitia mengagendakan atraksi laut ini sehari sebelum puncak acara di Monas.
Oleh sebab itu, Nas sempat menegaskan data resmi perencanaan awal. Dokumen mencatat keterlibatan total 102 KRI untuk meramaikan Naval Parade tersebut.
Bahkan, kejutan tidak berhenti di lautan saja. Pesawat tempur TNI juga bakal membelah langit lewat pertunjukan Fly Pass yang memukau.
Akhirnya, Nas merangkum seluruh rencana megah tersebut. Agenda pimpinan Presiden RI itu tadinya bakal menampilkan Sailing Pass, Fly Pass, aksi pasukan khusus, serta pameran alutsista baru.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



