Akuisisi Loyal Metals Disetujui Pemegang Saham, BUMI Kian Dekat Ekspansi ke Australi

Diposting pada 5 views

JAKARTA, Checkbind.com – Kabar besar mengguncang dunia tambang. Emiten Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), semakin dekat dengan ekspansi besar. Mereka berencana mengakuisisi 100 persen saham Loyal Metals Limited. Rencana ini kini memasuki babak baru yang krusial.

Pemegang saham Loyal Metals Limited telah memberikan persetujuan penuh. Mereka menyetujui skema pengaturan dari pengadilan, yaitu scheme of arrangement. Langkah ini membuka pintu lebar bagi BUMI untuk melangkah.

Loyal Metals Limited mengumumkan hasil pemungutan suara secara terbuka. Para pemegang saham telah memberikan suara mereka. Mereka juga memenuhi seluruh persyaratan mayoritas yang diperlukan. Skema tersebut resmi mereka setujui.

Melalui skema ini, BUMI atau anak perusahaannya akan mengakuisisi seluruh saham Loyal Metals. Akuisisi mencakup 100 persen saham yang telah diterbitkan. Sebagai imbalan, pemegang saham Loyal Metals akan menerima uang tunai. Nilainya mencapai 0,45 dollar Australia per saham. Angka ini setara dengan 0,45 dollar AS.

Loyal Metals menuliskan syarat dalam pengumumannya pada Kamis (20/8/2026). “Seluruh proses ini terikat pada pemenuhan berbagai persyaratan,” tulis perusahaan tersebut. Mereka merujuk pada pengumuman sebelumnya ke ASX pada 27 April 2026.

Hasil pemungutan suara menunjukkan dukungan yang sangat kuat. Sebanyak 99,86 persen suara mendukung skema akuisisi ini. Hanya sedikit pemegang saham yang abstain atau menolak. Angka ini mencerminkan kepercayaan yang luar biasa.

Jika dihitung berdasarkan jumlah pemegang saham yang hadir, hasilnya pun tak kalah impresif. Mereka memberikan suara secara langsung atau melalui kuasa. Totalnya mencapai 95,96 persen dukungan. Jumlah ini mencakup penerima kuasa dan perwakilan perusahaan.

Sebelum keputusan ini, BUMI telah memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menunjukkan keseriusan mereka sejak awal. Mereka ingin memastikan semua prosedur berjalan transparan.

Klarifikasi tersebut muncul setelah BEI meminta penjelasan. BEI merespons pemberitaan mengenai rencana akuisisi tersebut. Perusahaan tambang itu tercatat di Australian Securities Exchange (ASX). BUMI pun segera menanggapi permintaan tersebut.

Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, mengonfirmasi kabar ini. Ia mengatakan perseroan telah menandatangani scheme implementation deed (SID). Perjanjian ini menjadi kerangka dasar bagi kedua perusahaan. Kerangka ini mengatur langkah-langkah awal proses akuisisi.

Namun, saat memberikan klarifikasi di awal Agustus 2026, proses masih berjalan. BUMI masih fokus pada pemenuhan berbagai persyaratan. Mereka belum memasuki tahap transfer dana atau saham.

“Sampai saat ini, kami masih memenuhi persyaratan,” kata Sri dalam keterbukaan informasi. “Jadi, belum ada pengalihan dana maupun saham,” tambahnya. Penegasan ini penting untuk menghindari spekulasi pasar.

Sri menjelaskan bahwa penyelesaian transaksi bergantung pada sejumlah syarat. Syarat-syarat ini kita kenal sebagai conditions precedent. Salah satunya adalah persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals. Kini, persetujuan itu sudah mereka raih. Selain itu, BUMI juga harus memenuhi proses hukum di Australia.

“Jika persyaratan belum terpenuhi seluruhnya, transaksi belum selesai,” lanjut Sri. “Akibat hukum atas perpindahan kepemilikan pun belum terjadi,” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan kepatuhan mereka terhadap regulasi.

Siapa sebenarnya Loyal Metals Limited? Perusahaan ini tercatat di ASX dengan kode LLM. Mereka bergerak di bidang eksplorasi sumber daya alam. Fokus utama mereka adalah mineral kritis, tembaga, dan emas. Sektor ini sangat strategis di era modern.

Loyal Metals memiliki sejumlah proyek dan aset unggulan. Salah satunya adalah Highway Reward Copper-Gold Mine di Queensland. Mereka juga memiliki aset litium yang sedang naik daun. Litium menjadi komoditas panas untuk baterai kendaraan listrik.

Dengan persetujuan pemegang saham yang telah mereka peroleh, proses akuisisi BUMI melangkah ke tahap selanjutnya. Kini, tinggal menunggu penyelesaian administratif. Semua pihak menantikan transaksi ini rampung sesuai ketentuan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *