Tragis! Longsor Tasikmalaya Tewaskan Bocah 9 Tahun

Diposting pada 6 views

TASIKMALAYA, Checkbind.com – Hujan deras mengguyur Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (3/8/2025) malam dan memicu bencana mengerikan. Tebing setinggi 15 meter di Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, tiba-tiba ambrol dan menghantam rumah sebuah keluarga. Akibatnya, Nabila Putri Suwandi (9) tewas tertimbun tanah, sementara ibunya, Sinta Santiana (32), dan adiknya, Abizar (5), harus dilarikan ke RSUD KHZ Mustofa Singaparna dengan luka serius.

Keluarga Sedang Berkumpul Saat Bencana Melanda

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Yayat Suryatna, menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, ketiga korban sedang bercengkrama di ruang tamu.

“Tanah longsor tiba-tiba menerjang rumah mereka. Warga yang mendengar suara gemuruh langsung bergegas menolong. Mereka menggunakan peralatan seadanya untuk menggali timbunan tanah. Sayangnya, Nabila sudah tidak bisa diselamatkan,” kata Yayat dengan suara berat.

Tim medis membawa Abizar yang mengalami luka kepala parah ke ruang ICU. Sementara itu, dokter merawat Sinta di ruang perawatan umum.

Tim Evakuasi Berjuang di Medan Terjal

Lokasi kejadian yang berada di kaki Gunung Galunggung menyulitkan proses evakuasi. Petugas BPBD bersama warga bekerja tanpa henti sejak malam hingga dini hari.

“Kami harus ekstra hati-hati karena medannya curam. Alhamdulillah, kami berhasil menyelesaikan evakuasi sebelum subuh,” jelas Yayat sambil menunjuk tebing yang masih labil.

Banjir Bandang Ikut Melanda, Rumah Tenggelam 2 Meter

Bencana tidak berhenti di situ. Banjir bandang dari luapan Sungai Cilembu menerjang Desa Cikunten di Kecamatan Singaparna. Air setinggi 2 meter memenuhi puluhan rumah dalam hitungan menit.

“Warga sempat panik karena air naik sangat cepat. Untungnya, banjir sudah mulai surut pagi ini,” tambah Yayat.

Di Kecamatan Salawu, beberapa titik longsor memutus jalan utama. Akses menuju Desa Cidugaleun dan Desa Parentas terpaksa ditutup sementara.

Peringatan Dini untuk Warga

BPBD Tasikmalaya terus memantau perkembangan cuaca. Mereka mengimbau warga di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami sudah menyiagakan tim di semua titik rawan. Warga harus segera mengungsi jika melihat tanda-tanda bahaya,” tegas Yayat.

Duka Mendalam untuk Keluarga Korban

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Tetangga berduyun-duyun datang untuk memberikan bantuan dan dukungan moral.

“Kami tidak menyangka bencana datang secepat ini. Nabila adalah anak yang ceria dan pintar,” ujar seorang tetangga dengan mata berkaca-kaca.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *