Penumpang Pesawat dari Medan Dibekuk Bawa Sabu 1,6 Kg di Bandara Juanda

Diposting pada 11 views

SURABAYA, checkbind.com – Seorang penumpang pesawat tergelincir dalam kasus narkoba setelah petugas Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, menemukan 1,6 kilogram sabu dalam bagasinya. Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) TNI AL berkolaborasi dengan Tim Gabungan Satres Narkoba Polrestabes Surabaya serta pihak Bandara Juanda berhasil mengungkap kasus ini.

Penangkapan di Area Terminal 1
Awalnya, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya menerima laporan mencurigakan. Tanpa buang waktu, petugas langsung bergerak melakukan penyisiran di Terminal 1 Bandara Juanda. Operasi ini melibatkan Satgaspam TNI AL, Satres Narkoba, dan Avsec Bandara Juanda. Hasilnya, mereka berhasil meringkus seorang penumpang berinisial GB pada Senin (16/6/2025).

Baca Juga:Demo Sopir Truk di Karanganyar Ricuh, Ambulans Jadi Korban Perusakan

Petugas menangkap GB saat sedang transit dari Medan menuju Kendari menggunakan Lion Air (JT-786). Mereka menemukan sabu seberat 1,6 kilogram yang tersembunyi rapi di dalam koper hitam miliknya. Tim penyidik mengungkap fakta unik bahwa pelaku membagi sabu tersebut ke dalam delapan kantong plastik hitam. Meski pelaku membungkusnya dengan lapisan plastik, mesin X-ray bandara berhasil mendeteksi keberadaan narkoba itu.

Pengakuan Pelaku dan Pengembangan Kasus
Letkol Laut (P) Rai Terianom, Dansatgaspam Bandara Juanda, menjelaskan bahwa timnya segera membawa GB ke Denpom Lanudal Juanda untuk menjalani pemeriksaan intensif. Di bawah tekanan, GB akhirnya mengaku bahwa ini bukan kali pertamanya membawa sabu. Ia mengaku sudah tiga kali menjadi kurir narkoba dengan rute Aceh-Kendari via Surabaya.

“Pelaku mengantarkan paket pada Oktober 2024, April 2025, dan Juni 2025. Setiap kali menjalankan aksinya, ia mendapat bayaran Rp25 juta,” jelas Rai. Tim penyidik segera menyerahkan GB beserta barang bukti ke Polrestabes Surabaya setelah menyelesaikan pemeriksaan, untuk menindaklanjuti penyelidikan lebih mendalam.

Dari pengakuan GB, terungkap bahwa modus operandi ini sudah berjalan sistematis. Pelaku memanfaatkan jalur transit untuk menghindari kecurigaan. Namun, kali ini, ketelitian petugas bandara berhasil menggagalkan aksinya.

Mesin X-ray di Bandara Juanda kembali membuktikan keandalannya. Meski sabu dibungkus berlapis, teknologi canggih ini berhasil menembusnya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penyelundupan narkoba melalui bandara semakin sulit dilakukan.

Respons Otoritas Bandara
Pihak Bandara Juanda menyatakan akan terus meningkatkan pengawasan, terutama terhadap penumpang yang melakukan transit. Mereka juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan aparat keamanan guna meminimalisir peredaran narkoba melalui jalur udara.

Kasus ini kembali mengingatkan bahaya narkoba yang terus mengintai. Sabu seberat 1,6 kilogram bisa merusak ratusan nyawa jika sampai beredar. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.

Penutup
Dengan ditangkapnya GB, diharapkan rantai peredaran sabu dari Aceh ke Kendari dapat diputus. Namun, aparat tetap harus waspada karena pelaku bisa saja menggunakan modus baru. Kolaborasi antara petugas bandara, TNI, dan polisi menjadi kunci utama dalam memerangi narkoba di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *