Checkbind.com – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya memastikan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pengumuman resmi ini mereka sampaikan melalui situs web AFC pada Jumat (13/6/2025), sekaligus memantik pro-kontra karena dinilai tidak sesuai dengan format awal yang sudah disepakati.
Babak Penentuan: Enam Tim Berebut Dua Tiket
Mereka akan berjuang memperebutkan dua tiket langsung ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
AFC sempat mengusulkan venue netral, tapi Komite Kompetisi AFC menegaskan dalam rapat Juli 2023 bahwa tuan rumah babak empat harus ditentukan oleh performa terbaik di putaran ketiga. Nah, di sinilah masalahnya!
Aturan vs Realitas: UEA dan Irak Lebih Layak?
Jika merujuk pada klasemen akhir putaran ketiga, UEA (Grup A) dan Irak (Grup B) sebenarnya lebih unggul dengan mengumpulkan 15 poin. Sementara Qatar dan Arab Saudi hanya meraih 13 poin dan bahkan bukan juara grup mereka.
Keputusan AFC ini jelas menimbulkan tanda tanya besar. Kenapa AFC tidak memilih dua negara dengan performa lebih baik? Apa pertimbangan tersembunyi di balik keputusan ini? Sayangnya, AFC belum memberikan penjelasan rinci, sehingga banyak pihak mempertanyakan transparansi dan konsistensi mereka.
Format Kompetisi: Duel Sengit di Dua Grup
AFC memastikan babak ini akan menggunakan sistem grup tiga tim dengan format round-robin satu putaran di tempat terpusat. Dua tim teratas otomatis melaju ke Piala Dunia, sementara peringkat kedua harus bertarung dalam laga home-and-away untuk memperebutkan satu tiket playoff antarkonfederasi.
Bagi Indonesia, ini adalah sejarah! Tim Garuda, di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert, berhasil mencapai babak ini untuk pertama kalinya.
Keuntungan Tuan Rumah: Adilkah?
Tak bisa dipungkiri, Qatar dan Arab Saudi bakal dapat keuntungan besar sebagai tuan rumah. Mulai dari faktor iklim, dukungan suporter lokal, hingga kemudahan logistik. Tapi, keputusan ini dianggap mengabaikan prinsip meritokrasi yang semestinya dijunjung tinggi.
Beberapa pihak menilai AFC seolah mengorbankan keadilan kompetitif demi kepentingan tertentu. Apalagi, Qatar dan Arab Saudi memang punya pengaruh kuat di dunia sepak bola Asia. Pertanyaannya, apakah aturan bisa fleksibel hanya untuk negara tertentu?
AFC Diam, Kontroversi Menggema
Hingga kini, AFC belum memberikan klarifikasi mendalam soal alasan perubahan aturan
Bagi para penggemar sepak bola, yang penting adalah fair play dan transparansi. Kita tunggu saja apakah AFC akan memberi penjelasan lebih lanjut atau hanya membiarkan kontroversi ini tenggelam begitu saja.
Satu hal pasti: Ronde 4 bakal panas! Enam tim, dua tiket, dan drama kontroversi tuan rumah—siapa yang akan keluar sebagai pemenang?



