Checkbind.com – Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan miliarder Elon Musk berubah drastis. Dulu mereka sering terlihat akrab, tapi kini saling serang di media sosial. Awalnya, Musk bahkan mendukung Trump dan sempat menjabat sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). Namun, sejak mundur pada 30 Mei 2025, hubungan mereka memburuk dengan cepat.
Awal Mula Pertikaian: Kritik Musk terhadap RUU “Big Beautiful Bill“
Perseteruan memanas ketika Musk mulai mengkritik RUU “One Big Beautiful Bill” (BBB) yang diajukan Trump. RUU ini mengubah banyak kebijakan, mulai dari ekonomi hingga pertahanan. Namun, Musk menilai RUU ini boros dan bisa meningkatkan defisit AS.
3 Juni 2025
- 13.31: Musk memposting di X, menyebut RUU BBB “menjijikan” dan menuduh pendukungnya “tak tahu malu”.
4 Juni 2025
- 02.07: Ia kembali mengkritik, menyebut RUU ini merugikan AS.
- 13.59: Trump membalas dengan memposting screenshot pengunduran diri Musk di Truth Social, seolah menyindir.
5 Juni 2025: Hari Puncak Konflik
- 10.52: Musk setuju dengan klaim bahwa mayoritas Partai Republik menolak RUU BBB.
- 11.20-11.46: Ia memuji posting lama Trump soal utang AS, sekaligus menyindir kebijakan terbarunya.
- 12.01: Trump geram dan menyatakan hubungannya dengan Musk “retak” dan mungkin tidak akan baik lagi.
- 12.10: Musk mengganti kata “Big” dalam RUU BBB menjadi “Slim”, mengejek anggaran yang dianggapnya terlalu besar.
- 12.25: Ia membantah klaim Trump bahwa ia paham isi RUU, dengan mengatakan “tidak pernah melihat dokumennya sekalipun”.
- 12.46: Musk melontarkan kalimat pedas: “Tanpa bantuanku, Trump tidak akan jadi presiden!”
- 13.44: Ia kembali mengolok-olok RUU dengan mengubah “Beautiful” menjadi “Ugly”, karena dianggap menambah defisit.
- 13.48: Musk memposting “Kill Bill”, mengajak orang menolak RUU BBB, sekaligus mengacu pada film pembalasan dendam.
- 13.57: Ia bahkan mengumumkan rencana membentuk partai politik baru untuk menyaingi Partai Republik dan Demokrat.
Trump Balas Menyerang: Tuduhan Musk “Gila” dan Ancaman Subsidi
- 14.37: Trump membalas dengan menyebut Musk “sudah gila” dan mengancam mencabut subsidi untuk Tesla dan SpaceX.
- 14.48: Musk membantah bahwa kritiknya terkait kepentingan bisnisnya.
- 15.10: Pertikaian makin panas saat Musk menyinggung keterkaitan Trump dengan kasus Jeffrey Epstein.
- 16.06: Trump tak gentar, malah memperingatkan bahwa penolakan RUU BBB bisa naikkan pajak hingga 68%.
- 16.09: Emosi, Musk mengancam hentikan misi SpaceX Dragon, yang bisa membuat astronot NASA terjebak di luar angkasa.
- 16.11: Ia bahkan mendukung gerakan pemakzulan Trump.
- 16.26: Musk memprediksi kebijakan Trump akan picu resesi di akhir 2025.
- 21.20: Ancaman misi SpaceX akhirnya ditarik kembali.
Dampak Konflik: Saham Tesla Anjlok & Isu Kesehatan Mental Musk
Pertikaian ini berdampak serius pada saham Tesla, yang anjlok dari $342 (3 Juni) menjadi $295 (6 Juni). Trump bahkan dikabarkan akan jual mobil Tesla yang dibelinya Maret lalu sebagai bentuk dukungan.
Tak hanya itu, muncul spekulasi bahwa Musk menggunakan ketamin (obat pereda stres). Trump diduga menyebutkan hal ini dalam diskusi internal Gedung Putih. Meski Musk pernah mengakui pakai ketamin di masa lalu, ia membantah masih mengonsumsinya sekarang.
6 Juni 2025: Trump Bilang “Tak Peduli”
- 08.21: Trump akhirnya angkat bicara, menyebut Musk “kasihan” dan “punya masalah serius”. Ia juga mengaku tidak berniat berdamai dalam waktu dekat.
Apa Selanjutnya?
Pertikaian ini belum benar-benar berakhir. Musk masih terus mengkritik kebijakan Trump, sementara Trump terlihat lebih memilih mengabaikan. Namun, dampaknya sudah terlihat: saham Tesla terpuruk, dukungan politik Musk diuji, dan hubungan kedua tokoh ini mungkin sudah tidak bisa diperbaiki.
Satu hal yang pasti: dua orang paling berpengaruh di AS ini kini berubah dari sekutu menjadi musuh. Dan dunia menunggu, apa lagi yang akan terjadi dalam drama mereka selanjutnya.



