Warga Puri Bintaro Indah Resah, Langganan Banjir Setiap Hujan Deras

Diposting pada 17 views

TANGERANG SELATAN, checkbind.com – Banjir setinggi 120 sentimeter tiba-tiba menerjang Perumahan Puri Bintaro Indah, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (29/5/2025) malam. Hujan deras yang mengguyur kawasan itu memicu genangan air yang dengan cepat merendam jalan, rumah, hingga barang-barang warga. Air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 20.00 WIB, dan dalam hitungan menit, ketinggiannya terus meningkat. Bahkan, banjir kali ini disebut-sebut sebagai yang terbesar setelah peristiwa serupa pada 2020.

Meski air sudah surut pada Jumat (30/5/2025), bekas-bekasnya masih jelas terlihat. Lumpur tebal menumpuk di dalam rumah, bau menyengat memenuhi udara, dan banyak perabotan rusak tak tertolong. Tanpa menunggu lama, warga langsung bergotong-royong membersihkan rumah dan jalanan dari sisa-sisa banjir.

Banjir Datang Tiba-tiba, Warga Tak Sempat Selamatkan Barang

Budi (54), salah seorang warga, mengaku kaget karena banjir datang begitu cepat. Ia bahkan tak sempat mengamankan perabotan rumahnya. “Air naiknya sangat cepat. Begitu saya pindahkan mobil ke tempat yang lebih tinggi, pas balik, rumah sudah kebanjiran,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (30/5/2025).

Akibatnya, sofa dan tempat tidurnya rusak terendam air. Namun, Budi mengaku sudah lebih siap karena lingkungannya sering kebanjiran. “Kami sudah ganti spring bed dengan tempat tidur besi biar lebih tahan air. Di sini enggak ada lagi yang jemur kasur karena udah tahu risikonya,” ceritanya.

Menurut Budi, banjir kali ini adalah yang terparah kedua dalam 19 tahun ia tinggal di sana. Rekor terburuk sebelumnya terjadi pada 2020.

Warung Selamat, Rumah Terendam

Sri (35), warga lain yang tinggal di Puri Bintaro Indah sejak 2018, juga merasakan hal serupa. Air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 20.30 WIB, dengan ketinggian mencapai 50 cm di dalam rumah dan 120 cm di jalan.

Untungnya, warung sembakonya yang terletak di bagian depan rumah selamat karena posisinya lebih tinggi. “Kalau rumah pasti kena karena letaknya lebih rendah. Tapi warung aman soalnya lebih tinggi sekitar 50-60 cm,” jelas Sri.

Ia sempat menyelamatkan beberapa barang, tapi tidak dengan galon dan tabung gas 3 kg yang ikut terendam.

Warga Bertahan, Enggan Mengungsi

Meski banjir cukup tinggi, baik Budi maupun Sri memilih tetap di rumah. “Kalau air udah setinggi 1,5 meter, baru kami naik ke tempat tidur besi,” kata Budi.

Sementara itu, BPBD Tangsel mencatat sekitar 20 warga sempat mengungsi ke Posyandu dan Balai Warga. Namun, mereka sudah kembali ke rumah pada Jumat pagi. “Jam 06.00 WIB, kondisi air sudah surut, jadi warga pulang,” jelas Dian Wiryawan, Danton Satgas BPBD Tangsel.

baca juga: Samarinda Lumpuh Akibat Banjir, Baca Lengkapnya!

Budi dan warga lainnya mengeluh karena banjir di kawasan ini sudah jadi langganan. Setiap hujan deras, genangan air pasti muncul. Padahal, proyek pembangunan tanggul sudah ada, tapi hasilnya tidak terasa.

“Harapannya pemerintah bisa berkolaborasi dengan pengurus RT/RW biar ada solusi permanen. Selama ini ada anggaran dan SDM, tapi enggak jalan,” kritik Budi.

Sri juga berharap ada tindakan nyata. “Lima tahun terakhir banjir cuma di jalan, enggak masuk rumah. Mudah-mudahan ke depannya enggak separah ini lagi,” ujarnya.

16 Titik Banjir di Tangsel, Warga Diminta Waspada

Essa Nugraha, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, mengungkapkan ada 16 titik banjir di seluruh wilayah Tangerang Selatan pada Kamis malam. “Mayoritas sudah surut Jumat pagi. Tidak ada korban jiwa, dan kami terus berkoordinasi dengan relawan dan kelurahan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada karena potensi hujan lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

#BanjirTangsel #PuriBintaroIndah #SolusiBanjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *