partai

Jokowi Jadi Incaran Dua Partai: PPP dan PSI Berebut Eks Presiden

Diposting pada 12 views

JAKARTA, Checkbind.com — Jokowi Jadi Incaran Dua Partai: PPP dan PSI Berebut Eks Presiden. Meski sudah tak lagi menjabat sebagai presiden, nama Joko Widodo (Jokowi) ternyata masih menjadi magnet bagi partai politik. Tak main-main, dua partai—Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)—sama-sama meliriknya untuk jadi ketua umum. PDI Perjuangan memecat Jokowi, padahal partai inilah yang dulu membesarkan namanya sejak masih menjadi Wali Kota Solo. Kini, peluang terbuka lebar baginya untuk memimpin partai lain.

Wacana Jokowi memimpin PPP muncul menjelang Muktamar PPP 2025, yang salah satu agendanya adalah memilih ketua umum baru. Ade Irfan Pulungan, Ketua Mahkamah Partai PPP, menilai Jokowi layak memimpin partai itu dan yakin ia bisa membawa PPP kembali meraih kursi DPR pada Pemilu 2029.

“Kalau PPP dipimpin Pak Jokowi, insya Allah kami kembali ke Senayan. Bahkan, target kami bisa masuk lima besar sehingga dapat posisi pimpinan DPR,” ujar Irfan penuh harap.

Menurutnya, Jokowi punya segudang pengalaman di dunia politik dan pemerintahan. Selain itu, Irfan meyakini bahwa Jokowi memahami sejarah panjang PPP. “Figur seperti beliau sangat tepat untuk membenahi partai ini,” tambah mantan Tenaga Ahli Utama KSP itu.

Sebelum PPP, nama Jokowi sudah lebih dulu mencuat di internal PSI sebagai calon ketua umum. Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI, mengaku beberapa pengurus daerah mengusulkan Jokowi untuk memimpin partai. Selain Jokowi, ada juga nama Kaesang Pangarep, Isyana Bagoes Oka, dan Agus Herlambang yang masuk bursa.

“DPW Yogya dan Jakarta mendukung Pak Jokowi. Sementara Jabar mengusung Kaesang dan Agus, sedangkan Bali mengajukan Isyana,” jelas Andy.

William Aditya Sarana, Ketua DPP PSI, menegaskan, ‘Kader-kader PSI memandang Jokowi sebagai mentor utama kami! Gagasannya tentang partai inklusif bahkan menginspirasi sistem Pemira terbuka yang diusung PSI. “Wajar kalau kader memberi tempat istimewa untuk beliau,” ujar William.

Merespons gosip ini, Jokowi tak langsung menolak maupun menerima. Soal PSI, ia mengaku masih mempertimbangkan peluangnya. “Masih dalam proses kalkulasi. Semua harus dihitung matang,” ujarnya di Karo.

Namun, di Solo, ia sempat bercanda soal sistem e-voting PSI yang rumit. “Jangan sampai saya ikut, eh malah kalah,” candanya.

Sementara terkait PPP, Jokowi lebih memilih tak banyak berkomentar. “Itu urusan internal PPP. Semua calon baik,” katanya singkat. Ia juga membantah ikut campur dalam muktamar dengan mendukung Amran Sulaiman.

Baca Juga: Polri Tampilkan Foto Ijazah Jokowi Saat Konpers

Jelas, popularitas Jokowi masih menjadi rebutan politik. Baik PSI maupun PPP melihatnya sebagai sosok yang bisa membawa perubahan. Namun, sang eks presiden sendiri masih bermain aman—tak buru-buru memutuskan, tapi juga tak menutup pintu. Sementara publik menunggu, kedua ini pasti akan terus memanas-manasi situasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *