MEDAN, checkbind.com – 9 Warga Digagalkan Berangkat Haji Ilegal dari Bandara Kualanamu. Petugas Imigrasi Medan menggagalkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang hendak berangkat haji secara ilegal dari Bandara Kualanamu Internasional pada Kamis (22/5/2025). Kesembilan WNI itu teridentifikasi dengan inisial RBN (37), YN (36), PA (34), LRS (26), LAA (46), IS (35), UH (38), EP (33), dan LI (24).
Sekitar pukul 17.00 WIB, petugas imigrasi mulai mencurigai para calon penumpang karena jawaban mereka tidak konsisten saat proses wawancara. Beberapa mengaku mau liburan ke Malaysia, sementara yang lain mengaku akan bekerja.
Tiket Sama, Tapi Saling Tidak Kenal
Setelah diperiksa lebih detail, petugas menemukan fakta mengejutkan. Meskipun seluruh penumpang memegang tiket penerbangan yang sama, mereka mengaku tidak saling mengenal. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa ada pihak ketiga yang mengatur perjalanan mereka. “Dua orang mengaku sebagai agen travel yang membawa tujuh orang lain untuk berhaji menggunakan visa kerja. Padahal, ibadah haji harus menggunakan visa khusus, bukan visa kerja,” jelas Uray.
Menyikapi temuan ini, petugas imigrasi segera menunda keberangkatan seluruh calon jemaah haji ilegal tersebut. Uray juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji melalui jalur tidak resmi. “Dengan memilih jalur resmi, keamanan dan kenyamanan jemaah haji bisa terjamin, termasuk perlindungan hukum,” tambahnya.
Kantor Imigrasi Medan berjanji akan terus memperketat pengawasan untuk memastikan setiap WNI yang bepergian ke luar negeri mematuhi aturan keimigrasian. “Kami tidak akan toleransi terhadap upaya penyelundupan aturan, terutama dalam ibadah haji,” tegas Uray.
Petugas Imigrasi Medan terus memperketat pengawasan di Bandara Kualanamu untuk mencegah praktik haji ilegal. Mereka tak hanya memeriksa dokumen, tetapi juga menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya menggunakan jalur nonprosedural. “Kami berkomitmen menindak tegas oknum yang memanfaatkan calon jemaah haji,” tegas Uray.
Masyarakat pun diharapkan lebih cermat sebelum menerima tawaran berhaji murah. Pemerintah menyediakan jalur resmi yang aman dan terjamin. Dengan bekerja sama, kita bisa meminimalisir kasus serupa di masa depan.
Jadi, selalu pastikan setiap perjalanan ibadah memenuhi aturan agar tidak merugi di kemudian hari!

