Site icon Checkbind

9 Kg Sabu dan 800 Vape Beretomidate Disita, Polisi Asahan Ringkus 3 Kurir Wanita

MEDAN, Checkbind.com – Tim Satres Narkoba Polres Asahan baru saja mencatatkan kemenangan besar! Mereka berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkoba superbrutal di wilayah hukum mereka. Bayangkan, petugas mengamankan barang bukti mencapai 9 kilogram sabu-sabu plus 800 cartridge vape yang sudah dicampur racun mematikan. Peristiwa dramatis ini terjadi di Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjung Balai Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, tepat pada Senin (8/6/2026) lalu. Sungguh aksi yang mendebarkan!

Dalam penggerebekan tersebut, polisi langsung meringkus tiga orang kurir yang semuanya berjenis kelamin wanita. Mereka menangkap M (44 tahun), H (35 tahun), dan F (43 tahun). Ketiganya kini harus berurusan dengan jeratan hukum yang sangat berat.

Aksi Heroik Polisi: Informasi Warga Jadi Kunci Utama

Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Gunawan Effendi, dengan penuh semangat menceritakan kronologi pengungkapan kasus ini. Menurutnya, semuanya bermula dari informasi masyarakat yang sangat peduli terhadap lingkungan sekitar. Warga melaporkan adanya rencana pengiriman sabu dalam jumlah besar yang akan melintasi lokasi penangkapan. Para pelaku diduga nekat mengangkut barang haram itu menggunakan mobil travel.

Lantas, polisi langsung mengambil tindakan cepat! Tim tidak membuang waktu sedetik pun. Mereka melakukan penyelidikan intensif. Setelah itu, polisi menyebar dan bersiaga di lokasi-lokasi strategis. Mereka menjalankan operasi senyap ini dengan sangat profesional.

Tegangan semakin meningkat ketika mobil yang dicurigai akhirnya melintas. Tanpa ragu, polisi segera menyetop kendaraan tersebut. Dalam hitungan detik, mereka langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tim mengambil langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku membuang barang bukti.

Hasilnya sungguh mencengangkan! Petugas menemukan sembilan bungkus besar berisi sabu. Total beratnya mencapai sekitar 9.000 gram! Belum selesai sampai di situ, polisi juga menemukan empat bungkus lain yang berisi 800 pcs cartridge rokok elektrik. Cartridge-cartridge itu ternyata mengandung etomidate, sejenis zat anestesi yang sangat berbahaya jika disalahgunakan. Para pelaku menyimpan semua barang bukti itu rapi di dalam beberapa tas bawaan mereka.

Tiga Kurir Wanita: Akui Perintah Bos Besar yang Masih Buron

Proses penangkapan pun tidak terelakkan. Ketiga kurir wanita tersebut langsung digelandang petugas ke Mapolres Asahan. Polisi segera menjalani pemeriksaan intensif terhadap mereka. Selama interogasi awal, ketiganya mengakui semua perbuatannya dengan jujur.

“Kami hanya menjalankan perintah,” ujar salah satu pelaku yang terlihat tertunduk lesu.

Pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, seorang pria misterius memerintah mereka semua. Saat ini, petugas masih mengejar pria yang diduga sebagai otak jaringan itu. Polisi sudah memasang status Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk sang dalang. Selain itu, pengakuan ketiga kurir wanita itu mengungkap iming-iming imbalan sebesar Rp22 juta. Jumlah fantastis itu akan mereka terima jika berhasil mengantarkan barang haram tersebut ke wilayah Kota Medan. Sayang seribu sayang, aksi mereka gagal total sebelum garis finish.

Siapa Lagi yang Tersangkut? Sopir dan Penumpang Ikut Diamankan!

Polisi tidak berhenti di situ. Petugas sangat teliti dalam mengusut kasus ini. Selain tiga kurir utama, tim juga turut mengamankan seorang sopir travel. Tidak hanya itu, seorang penumpang lainnya pun ikut dibawa petugas. Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap mereka. Langkah strategis ini bertujuan mendalami apakah sopir dan penumpang tersebut terlibat atau hanya sekadar penumpang biasa. Polisi tidak ingin ada satu pun orang yang terlibat dalam jaringan ini lolos dari jeratan hukum.

Pengembangan Kasus: Polisi Masih Buru Dalang dan Jaringan Lainnya

Sampai berita ini diturunkan, Tim Satres Narkoba Polres Asahan terus bekerja tanpa kenal lelah. Mereka masih melakukan pengembangan di berbagai arah. Target utamanya jelas: polisi akan memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali utama jaringan peredaran narkotika tersebut. AKP Gunawan Effendi menegaskan bahwa pihaknya akan mengejar siapa pun yang terlibat, tidak peduli seberapa tinggi jabatan atau posisi mereka.

“Para pelaku mengaku menerima perintah dari seorang pria yang saat ini masih kami kejar,” tegas Gunawan dalam keterangan tertulis yang ia terima pada Sabtu (13/6/2026).

Peringatan Keras: Jangan Coba-coba, Polisi Akan Kejar Sampai Ke Mana Pun!

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa pemberantasan narkoba di Sumatera Utara tidak pernah tidur. Polisi terus bergerak dan berhasil menggagalkan upaya jahat para bandar. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Jika melihat hal-hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera melapor ke pihak berwajib.

Petugas menyimpan semua barang bukti yang mereka amankan, mulai dari 9 kilogram sabu hingga ribuan cartridge vape beracun tersebut, dengan aman di kantor polisi. Penyidik akan menjadikan barang-barang itu sebagai alat bukti kuat di persidangan nanti. Penuntut umum menjerat ketiga kurir wanita tersebut dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya sangat berat, tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dengan demikian, masyarakat harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi heroik kepolisian. Petugas berhasil menyelamatkan ribuan bahkan jutaan jiwa dari bahaya narkoba. Jika sembilan kilogram sabu itu sampai beredar, barang tersebut bisa merusak sekitar 45.000 orang! Belum lagi 800 cartridge vape beracun yang siap memangsa generasi muda. Sungguh teror yang berhasil dimentahkan oleh petugas.

Proses hukum terhadap tiga kurir wanita tersebut akan terus berjalan. Sementara itu, polisi masih terus mengejar pria misterius yang menjadi otak di balik semua ini. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi tambahan. Setiap laporan akan sangat membantu pengungkapan jaringan yang lebih luas.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version