JAKARTA, Checkbind.com – 70 Rumah di Muara Angke Dibongkar Paksa. Pemerintah akhirnya membongkar 70 rumah warga di RW 01 dan RW 22, Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (16/5/2025). Pembongkaran ini dilakukan untuk mendukung proyek pembangunan tanggul mitigasi rob yang akan segera dimulai.
“Pemerintah terpaksa membongkar rumah-rumah ini karena bangunannya jelas-jelas melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan mengambil alih sebagian badan jalan,” tegas petugas lapangan sambil menunjuk ke deretan rumah yang terkena dampak.
Mereka menjelaskan bahwa bangunan yang melebihi GSB ini tidak hanya mempersempit jalan umum, tapi juga menghambat proyek penanggulangan banjir rob yang sedang berjalan. “Kami menemukan banyak bangunan warga yang sudah menjorok ke badan jalan hingga 2-3 meter,” ujar salah seorang anggota tim pengukur.
“Kami fokuskan dulu pada bagian-bagian bangunan yang benar-benar melampaui batas semestinya,” lanjutnya. Tim terus berkoordinasi dengan warga untuk meminimalisir dampak sosial dari aksi penertiban ini.
Baca Juga: AC Milan Bersiap Melepas Banyak Pemain Usai Kegagalan Musim Ini
“Sebenarnya, kami tidak membongkar seluruhnya, hanya merapikan bagian depan rumah warga yang melebihi GSB. “Warga sudah menggunakan bagian jalan yang seharusnya terbuka untuk akses publik,” tegas Faizal saat tim kami jumpai langsung di lokasi pembongkaran.
Tak hanya membersihkan area yang melanggar GSB, pemerintah kini bersiap membangun tanggul khusus berbentuk jalan yang lebih tinggi. Pemerintah yakin desain ini mampu menjadi solusi jangka panjang untuk masalah rob yang kerap melanda kawasan tersebut.
Selanjutnya, pembangunan tidak berhenti di tanggul saja. Pemerintah juga akan mengintegrasikan sistem drainase canggih di sepanjang jalan. “Kami sudah merancang saluran air yang akan terhubung langsung ke rumah pompa,” tambah Faizal.
Tim teknis kini terus memonitor perkembangan proyek dari hari ke hari. Mereka juga rutin berkoordinasi dengan warga sekitar untuk memastikan tidak ada kendala selama proses pembangunan. “Kami ingin semua berjalan lancar sesuai timeline yang ditetapkan,” ujar Faizal menutup penjelasannya.
Dengan pendekatan sistematis ini, pemerintah berkomitmen menyelesaikan masalah rob sekaligus memperbaiki tata ruang kawasan Muara Angke secara menyeluruh.
“Ketinggian ini kami nilai cukup efektif untuk menahan air laut saat rob datang,” ujar Faizal. Dengan begitu, air tidak akan menggenangi jalan depan Kantor RW 22 yang memiliki kontur cekung.
Selain tanggul, pemerintah juga akan membangun saluran air di sepanjang jalan yang cekung. Saluran ini terhubung langsung ke rumah pompa di ujung wilayah.
Sebelum proses pembongkaran, pihak kelurahan telah memberikan sosialisasi kepada warga. Meski begitu, sebagian warga sempat keberatan karena harus merelakan bagian depan rumah mereka.
“Kami paham ini tidak mudah, tapi proyek ini penting untuk keselamatan bersama. Pemerintah berharap, dengan adanya infrastruktur ini, kawasan Muara Angke bisa lebih tahan terhadap banjir rob di masa depan.
“Kami akan terus memantau perkembangan proyek dan memastikan tidak ada kendala berarti,” pungkas Faizal.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan masalah banjir rob di Muara Angke bisa diminimalisir, sekaligus memperbaiki tata ruang wilayah tersebut.

