SIKKA, Checkbind.com – Masyarakat Kabupaten Sikka terus menanti dengan harapan yang tak kunjung padam, sementara Bendungan Napun Gete di Kecamatan Waigete masih menjadi monumen yang gagal berfungsi. Mantan Presiden Joko Widodo telah meresmikan bendungan ini empat tahun lalu, namun realitasnya bendungan ini sama sekali belum memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Proyek Strategis yang Terabaikan
Stefanus Sumandi selaku Ketua DPRD Sikka secara terbuka mempertanyakan kelanjutan nasib proyek yang berstatus strategis nasional ini. “Mengingat pentingnya status proyek strategis nasional, kami berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pembangunan ini,” papar Stefanus dalam dialog bersama masyarakat di Maumere.
Aspirasi Mencapai Level Tertinggi
Berkali-kali DPRD Sikka telah menyuarakan aspirasi ini melalui berbagai kanal komunikasi. Tidak tanggung-tanggung, mereka telah menyampaikan permohonan resmi melalui institusi terkait hingga melakukan pendekatan langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai upaya ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam mendorong percepatan penyelesaian proyek.
Dana APBD Tak Memadai untuk Infrastruktur Pendukung
Pemda Kabupaten Sikka telah mengalokasikan dana APBD untuk pembebasan lahan, namun tantangan justru muncul pada tahap penyediaan infrastruktur pendukung. “Kami benar-benar kekurangan anggaran daerah untuk membangun jaringan pendukung yang diperlukan,” keluh Stefanus dengan nada prihatin.
Kebijakan Rasionalisasi Memperlemah Daerah
Pemerintah pusat justru menetapkan kebijakan rasionalisasi program melalui surat edaran yang semakin memperburuk kondisi keuangan daerah. Pemotongan dana transfer daerah semakin menyulitkan kemampuan fiskal Pemda dalam melanjutkan proyek.
Stefanus mempertanyakan implementasi otonomi daerah dalam praktiknya. “Mengapa harus terjadi pemotongan anggaran? Bukankah seharusnya daerah diberikan kepercayaan penuh untuk mengelola pembangunannya?” tuturnya. Ia menekankan pentingnya memberikan keleluasaan bagi daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal.
Harapan yang Tertunda
Janji Presiden Jokowi pada 2021 silam tentang peran vital bendungan ini bagi kemakmuran NTT masih menjadi impian yang tertunda. “Air adalah nyawa bagi kemakmuran NTT. Dengan air, segala jenis tanaman dapat tumbuh subur,” ucap Jokowi kala itu. Kini, empat tahun berselang, janji itu masih menjadi angan-angan bagi masyarakat Sikka yang terus berharap.

