TANGERANG, Checkbind.com – Polisi berhasil meringkus empat orang yang terlibat dalam aksi brutal gerombolan pemotor terhadap warga di Ciledug, Kota Tangerang. Kapolsek Ciledug, Kompol Dalby, menegaskan, “Empat pelaku sudah kami amankan, sementara pelaku utama masih dalam pengejaran,” saat dikonfirmasi pada Selasa (3/6/2025).
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ciledug, Iptu Wito, mengungkapkan bahwa penyerangan ini diduga dipicu masalah pribadi. “Salah satu pelaku sebelumnya sudah bermasalah dengan korban. Seminggu lalu, dia mengancam, ‘Itu loh, orang yang banting saya kemarin,’ lalu mengajak teman-temannya untuk menyerang,” jelas Wito.
Dalam aksi brutal itu, sekitar 10 orang terlibat. Mereka datang dengan menunggangi lima sepeda motor dan langsung menyerang warga yang sedang berkumpul. Tiga orang menjadi korban dalam aksi ini. Tim medis sudah memperbolehkan dua korban pulang, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita luka robek di dada kanan.
“Kondisinya stabil dan sudah sadar,” tambah Wito.
Peristiwa ini terjadi Minggu (1/6/2025) dini hari, pukul 02.00 WIB, di Jalan Metland, Pondok Bahar, Karang Tengah. Sekelompok pemotor tiba-tiba menyerang warga yang sedang nongkrong santai. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan, para pelaku menggunakan senjata tajam, termasuk celurit, untuk melukai korban.
Saat kejadian, korban berinisial S dan teman-temannya sedang minum kopi di lokasi. Tiba-tiba, gerombolan pemotor mendatangi mereka dan langsung mengamuk. “Tanpa peringatan, mereka mengobrak-abrik tempat itu. Salah satu pelaku langsung menghujamkan celurit ke korban,” jelas Ade Ary.
Baca juga: Simon Tahamata, Kepala Pencari Bakat Timnas Indonesia, simak beritanya!
Akibatnya, korban utama mengalami luka robek di dada kanan dekat ketiak. Saksi I terluka di tengkuk, sementara saksi R menderita luka di lengan kiri dan kepala.
Proses penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap motif lebih dalam dan menangkap pelaku utama.
Polisi mengimbau warga tetap waspada terhadap aksi kriminalitas semacam ini. “Kami terus bekerja untuk mengamankan wilayah dan menindak tegas pelaku kekerasan,” tegas Kapolsek Dalby.
Salah satu korban yang dirawat mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. “Mereka datang tiba-tiba dan langsung menyerang. Kami bahkan tidak sempat melawan,” ujarnya.
Merespons kejadian ini, Polda Metro Jaya meningkatkan patroli di kawasan rawan. “Kami akan terus memantau dan mencegah aksi serupa,” kata Ade Ary.
Warga setempat berharap polisi menindak tegas semua pelaku. “Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” ujar seorang warga.
Aksi kekerasan ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Polisi menjamin keamanan warga dan memastikan pelaku akan dihukum seberat-beratnya.

