Site icon Checkbind

100 Lebih Pendaki Asing Terjebak Maut di Nepal Usai Banjir Bandang Sapu Rute Utama!

KATHMANDU, Checkbind.com – Suasana mencekam mendadak menyelimuti wilayah Nepal tengah. Kabar buruk merayap dari kawasan Pegunungan Himalaya. Pihak otoritas mengabarkan bahwa 100 lebih pendaki asing kini terisolasi. Merekapun terjebak di titik-titik lokasi terpisah. Para pendaki tak mampu melangkah turun dari area berbahaya.

Petaka ini terjadi akibat terjangan banjir bandang berarus deras. Air bah langsung menyapu bersih rute utama pendakian. Luapan air sungai juga meruntuhkan jembatan penyeberangan vital. Bencana tanah longsor dahsyat meratakan lereng bukit sejak Minggu (11/10/2026) pagi.

Pihak otoritas penanggulangan bencana langsung mengambil tindakan cepat. Mereka tak ingin menunda waktu keselamatan para turis. Alhasil, aparat bergerak sigap menyisir lokasi terisolasi. Petugas menerjunkan tim penyelamat gabungan ke lokasi bencana. Mereka mengerahkan armada evakuasi ke area penuh puing.

Tim SAR gabungan mengeksekusi aksi penyelamatan dramatis pada Senin (12/10/2026). Petugas sukses menyelamatkan 321 warga yang panik. Data resmi mencatat 12 warga negara asing selamat. Tim menyelamatkan mereka dari cengkeraman longsor Distrik Gorkha. Lokasi terpencil ini berjarak 100 kilometer di barat Kathmandu.

Petinggi militer Nepal menegaskan komitmen penuh prajurit di lapangan. Pasukan militer terus melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan korban. Mereka menyisir seluruh lokasi hingga benar-benar bersih. Petugas mengambil langkah marathon ini tanpa ragu. Padahal, laporan terbaru mengonfirmasi permukaan air sungai mulai surut.

Terkuak Pemicu Meluapnya Sungai Budhi Gandaki yang Hancurkan Pembangkit Listrik!

Media Reuters merilis kronologi lengkap bencana air bah ini. Longsor skala besar di Distrik Gorkha membendung Sungai Budhi Gandaki. Sumbatan tanah menahan aliran air secara tiba-tiba. Debit air melonjak drastis hingga membendung arus. Alhasil, bendungan alami itu jebol dan memicu banjir bandang. Air bah menghantam kawasan hilir tanpa ampun.

Sungai Budhi Gandaki mengalir sebagai anak cabang Sungai Trishuli. Posisi sungai berada tepat di hilir runtuhan gletser raksasa. Bencana runtuhnya gletser pada Agustus lalu merenggut 1.457 nyawa. Petaka tersebut juga menghilangkan ribuan warga tanpa jejak. Kini, wilayah ini kembali menghadapi petaka serupa.

Pihak berwenang belum menemukan laporan korban jiwa baru. Namun, kabar duka tetap menyelimuti warga lokal. Otoritas penanggulangan bencana nasional mencatat lima warga hilang. Petugas kehilangan kontak total dengan lima warga desa tersebut. Tim penyelamat masih melacak keberadaan mereka.

Gelombang lumpur hitam pekat membawa puing-puing kayu raksasa. Arus deras menyeret rumah-rumah warga hingga rata. Banjir destruktif ini merusak infrastruktur publik secara parah. Terjangan air lumpur melumpuhkan tiga fasilitas pembangkit listrik (PLTA). Warga kehilangan akses energi akibat kerusakan hebat tersebut.

Bikin Merinding! Kondisi Asli Pendaki Asing yang Terisolasi di Belantara Nepal!

Pejabat Manaslu Conservation Area Project, Bhuwan Raj Ojha, mengonfirmasi kabar keselamatan wisatawan. Kawasan ini mengelola rute trek favorit para pendaki dunia. Ojha membenarkan bahwa 100 lebih pendaki asing terisolasi. Arus banjir menghanyutkan rute perlintasan utama pendaki. Para turis tertahan di berbagai titik lokasi terpisah.

“Tim profesional harus mengevakuasi pendaki yang ingin pulang,” tegas Ojha kepada Reuters dari Gorkha. Namun, pendaki lain masih bisa melanjutkan petualangan. Mereka wajib memilih titik rute yang sudah aman. Petugas mendampingi pergerakan turis dari lokasi yang tidak terdampak.

Ojha meminta sanak keluarga pendaki agar tidak panik. Pengelola kawasan menjamin ketersediaan bahan pokok harian pendaki. Pasokan logistik dan bahan pangan tergolong cukup melimpah. Pendaki dapat mengakses pasokan makanan tanpa kendala berarti.

“Wisatawan bisa merasa tenang saat ini,” ujar Ojha menenangkan publik. Deretan restoran dan kedai teh lokal tetap beroperasi baik. Pemilik kedai menyediakan makanan hangat untuk para pendaki. Petugas memastikan keadaan seluruh turis asing aman di sana.

Ahli geologi dari ICIMOD memaparkan analisis teknis bencana. Lembaga internasional ini meninjau laporan awal otoritas Nepal. Peneliti menduga jebolnya bendungan alami memicu banjir ini. Longsoran tanah di hulu sungai membentuk bendungan sementara. Bendungan tersebut tak kuat menahan tekanan air deras.

Direktur Jenderal ICIMOD, Pema Gyamtsho, melayangkan peringatan tajam. Perubahan iklim meningkatkan kerentanan wilayah pegunungan Himalaya. Koridor sungai menyimpan potensi bahaya geologis tersembunyi. Bencana alam bisa meledak tiba-tiba tanpa peringatan awal. Komunitas lokal menghadapi ancaman serius dari bencana susulan.

“Musibah ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua,” tutur Pema Gyamtsho. Japan Times mengutip pernyataan beliau pada Selasa (13/10/2026). Pema menyoroti kerentanan pemukiman warga di koridor sungai. Bencana alam kini datang bertubi-tubi menghantam kawasan pegunungan.

Pema Gyamtsho mengimbau pemerintah agar melampaui aksi tanggap darurat. Pemerintah harus memahami faktor pemicu utama bencana secara mendalam. Pemahaman ini sangat krusial demi menyusun mitigasi risiko. Langkah preventif akan memperkokoh daya tahan komunitas lokal kawasan pegunungan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version